<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-4490031548544342460</id><updated>2011-04-21T19:26:59.277-07:00</updated><category term='kejang demam'/><category term='amandel'/><category term='khitan'/><category term='sariawan'/><category term='pijat bayi'/><category term='botulisme'/><category term='tempra'/><category term='hematologi'/><category term='batpil'/><category term='lupus'/><category term='kura-kura'/><category term='masuk angin'/><category term='batuk'/><category term='malpraktik'/><category term='suplemen'/><category term='Glenn Doman'/><title type='text'>Info Seputar Kesehatan</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://seputar-sehat.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4490031548544342460/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seputar-sehat.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>saya Wiwin Pratiwanggini,</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_aLsXelqpk2o/TPpmuqtvNwI/AAAAAAAAAFk/1Gnnfw6IIhI/S220/foto-manager.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>20</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4490031548544342460.post-5299350349156440301</id><published>2007-08-26T20:54:00.000-07:00</published><updated>2007-08-26T20:57:18.003-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='masuk angin'/><title type='text'>Angin Duduk Jangan Dipijat</title><content type='html'>Semua orang pasti pernah mendengar istilah &lt;span style="color: rgb(255, 255, 0);"&gt;masuk angin&lt;/span&gt;. Tapi apa sebenarnya yang dimaksud? Sementara tiap orang punya persepsi sendiri, kalangan medis, dokter dan perawat, pun tidak dapat menjelaskannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalangan &lt;span style="color: rgb(255, 255, 0); font-style: italic;"&gt;sekolahan&lt;/span&gt; jarang menggunakan istilah masuk angin. Mungkin karena logikanya tidak bisa menerima fenomena angin "masuk" ke tubuh. Mereka biasanya menggunakan istilah lain, yaitu &lt;span style="font-style: italic; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;tidak enak badan&lt;/span&gt;. Padahal kalangan bawah menggunakan istilah yang sama untuk menggambarkan berbagai fenomena yang tergolong &lt;span style="font-style: italic; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;tidak enak badan&lt;/span&gt;, seperti perut kembung, pegal linu, batuk pilek, pusing, sakit kepala, demam, meriang dan lain sebagainya. Akibatnya, segala ketidakjelasan itu menjadi peluang empuk produsen obat atau jamu anti masuk angin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang tidak menyukai pahitnya jamu akan memilih kerokan atau pijat. Dengan kedua cara itu banyak orang yang masuk angin merasa lebih baik. Itu wajar saja. Dengan dipijat, otot menjadi lemas dan pembuluh darah halus di dalamnya melebar sehingga lebih banyak oksigen dan nutrisi tersedia untuk jaringan otot. Toksin yang menyebabkan pegal pun dapat segera dibawa aliran darah untuk dibuang atau dinetralkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan kerokan, pembuluh halus (kapiler) di permukaan kulit bahkan pecah dan terlihat sebagai jejak merah di tempat yang dikerok. Para pemijat selalu mengatakan bahwa tanda merah itu merupakan bukti bahwa Anda masuk angin. Padahal, orang sehat pun bila dikerok akan meninggalkan jejak merah yang sama. Hanya saja tidak pernah ada orang sehat yang dikerok, bukan ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang perlu diwaspadai adalah rasa masuk angin yang disertai berbutir-butir besar. Atau, rasa masuk angin yang disertai nyeri, rasa tertekan, atau rasa berat di dada - biasa disebut dengan angin duduk. Ini mungkin merupakan gejala awal serangan jantung berat. Di kalangan medis fenomena ini acap disebut &lt;span style="font-style: italic; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;flu-like syndrome&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang diperlukan oleh orang yang mengalami kejadian demikian adalah pemberian oksigen dan obat khusus, bukan dipijat atau dikerok. jadi, si pasien harus segera dibawa ke rumah sakit, paling baik dalam keadaan berbaring. Kejadian orang yang meninggal ketika dipijat, menunjukkan betapa penanganan yang salah dapat berakibat fatal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada umumnya, segala gejala masuk angin merupakan gejala flu (selesma, &lt;span style="font-style: italic; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;common cold&lt;/span&gt;), yang terjadi karena infeksi berbagai jenis virus. Ada virus menghasilkan toksin (zat racun) yang menyebabkan berbagai gangguan fungsi sistem pencernaan, saluran napas, sistem otot rangka, dan peredaran darah. Ada pula virus yang kehadirannya membuat tubuh kita memberikan reaksi radang, diantaranya berupa demam dan nyeri, juga warna kemerahan di mukosa yang menggambarkan melebarnya pembuluh kapiler di bawahnya. Di saluran napas, reaksi ini dapat berupa pilek dan hidung tumpat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Toksin yang dihasilkan virus dapat mengganggu saluran cerna sehingga menimbulkan gejala mulai dari mual, muntah, diare, mulas. Atau, bisa pula mengganggu fungsi usus sehingga pencernaan tidak sempurna dan dihasilkan banyak gas. Gejala demikian belakangan sering disebut sebagai flu perut. Toksin virus lain mungkin menimbulkan nyeri otot dan tulang, maka beredarlah lagi istilah baru, flu tulang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada obat yang dapat membunuh virus ini. Antibiotik pun tidak. Untungnya virus tidak pernah bertahan hidup lama, karenanya serangan flu biasanya berakhir setelah 5-7 hari. Yang dibutuhkan penderita adalah istirahat dan minum yang cukup serta gizi yang baik untuk menghadapi demam tinggi yang menguras banyak energi dan cairan tubuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gejala masuk angin juga dapat merupakan gejala awal infeksi virus yang lebih serius, seperti virus hepatitis atau virus demam berdarah. Demam berdarah biasanya akut (mendadak) disertai lesu hebat dan gejala lainnya. Sementara, hepatitis mungkin akan hilang sendiri atau berlanjut menjadi lebih nyata bergantung pada daya tahan tubuh seseorang. Untuk kedua penyakit ini kita tentu memerlukan bantuan dokter. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;(dr. Zunilda S. Bustami, dokter keluarga)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Sumber: Intisari edisi Desember 2001&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4490031548544342460-5299350349156440301?l=seputar-sehat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://seputar-sehat.blogspot.com/feeds/5299350349156440301/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4490031548544342460&amp;postID=5299350349156440301' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4490031548544342460/posts/default/5299350349156440301'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4490031548544342460/posts/default/5299350349156440301'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seputar-sehat.blogspot.com/2007/08/angin-duduk-jangan-dipijat.html' title='Angin Duduk Jangan Dipijat'/><author><name>saya Wiwin Pratiwanggini,</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_aLsXelqpk2o/TPpmuqtvNwI/AAAAAAAAAFk/1Gnnfw6IIhI/S220/foto-manager.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4490031548544342460.post-1530208997361352668</id><published>2007-08-26T17:02:00.001-07:00</published><updated>2007-08-26T17:32:42.272-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hematologi'/><title type='text'>Penilaian Hasil Pemeriksaan Hematologi Rutin</title><content type='html'>&lt;span style="font-style: italic;"&gt;oleh: dr. R. Dharma, dr S. Immanuel, dr R. Wirawan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Bagian Patologi Klinik Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia/RSCM, Jakarta&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;Kadar hemoglobin&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terdapat bermacam-macam cara untuk menetapkan kadar hemoglobin tetapi yang sering dikerjakan di laboratorium adalah yang berdasarkan &lt;span style="color: rgb(255, 102, 0);"&gt;kolorimeterik visual cara Sahli&lt;/span&gt; dan&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 102, 0);"&gt;fotoelektrik cara sianmethemoglobin atau hemiglobinsianida&lt;/span&gt;. Cara Sahli kurang baik, karena tidak semua macam hemoglobin diubah menjadi hematin asam misalnya karboksihemoglobin, methemoglobin dan sulfhemoglobin . Selain itu alat untuk pemeriksaan hemoglobin cara Sahli tidak dapat distandarkan, sehingga ketelitian yang dapat dicapai hanya ±10%.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;. Cara sianmethemoglobin adalah cara yang dianjurkan untuk penetapan kadar hemoglobin di laboratorium karena larutan standar sianmethemoglobin sifatnya stabil, mudah diperoleh dan pada cara ini hampir semua hemoglobin terukur kecuali sulfhemoglobin. Pada cara ini ketelitian yang dapat dicapai ± 2%.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;. Berhubung ketelitian masing-masing cara berbeda, untuk penilaian basil sebaiknya diketahui cara mana yang dipakai. Nilai rujukan kadar hemoglobin tergantung dari umur dan jenis kelamin. Pada bayi baru lahir, kadar hemoglobin lebih tinggi dari pada orang dewasa yaitu berkisar antara 13,6 - 19, 6 g/dl. Kemudian kadar hemoglobin menurun dan pada umur 3 tahun dicapai kadar paling rendah yaitu 9,5 - 12,5 g/dl. Setelah itu secara bertahap kadar hemoglobin naik dan pada pubertas kadarnya mendekati kadar pada dewasa yaitu berkisar antara 11,5 - 14,8 g/dl. Pada pria dewasa kadar hemoglobin berkisar antara 13 - 16 g/dl sedangkan pada wanita dewasa antara 12 - 14 d/dl.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;. Pada wanita hamil terjadi hemodilusi sehingga untuk batas terendah nilai rujukan ditentukan 10 g/dl.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;. Pada keadaan fisiologik kadar hemoglobin dapat bervariasi.&lt;br /&gt;Kadar hemoglobin meningkat bila orang tinggal di tempat yang tinggi dari permukaan laut. Pada ketinggian 2 km dari permukaan laut, kadar hemoglobin kira-kira 1 g/dl lebih tinggi dari pada kalau tinggal pada tempat setinggi permukaan laut. Tetapi peningkatan kadar hemoglobin ini tergantung dari lamanya anoksia, juga tergantung dari respons individu yang berbeda-beda. Kerja fisik yang berat juga dapat menaikkan kadar hemoglobin, mungkin hal ini disebabkan masuknya sejumlah eritrosit yang tersimpan didalam kapiler-kapiler ke peredaran darah atau karena hilangnya plasma. Perubahan sikap tubuh dapat menimbulkan perubahan kadar hemoglobin yang bersifat sementara. Pada sikap berdiri kadar hemoglobin lebih tinggi dari pada berbaring. Variasi diurnal juga telah dilaporkan oleh beberapa peneliti, kadar hemoglobin tertinggi pada pagi hari dan terendah pada sore hari.&lt;br /&gt;Kadar hemoglobin yang kurang dari nilai rujukan merupakan salah satu tanda dari anemia. Menurut morfologi eritrosit didalam sediaan apus, anemia dapat digolongkan atas 3 golongan yaitu anemia mikrositik hipokrom, anemia makrositik dan anemia normositik normokrom 5. Setelah diketahui ada anemia kemudian ditentukan golongannya berdasarkan morfologi eritrosit rata-rata. Untuk mencari penyebab suatu anemia diperlukan pemeriksaan-pemeriksaan lebih lanjut.&lt;br /&gt;Bila kadar hemoglobin lebih tinggi dari nilai rujukan, maka keadaan ini disebut polisitemia. Polisitemia ada 3 macam yaitu polisitemia vera, suatu penyakit yang tidak diketahui penyebabnya; polisitemia sekunder, suatu keadaan yang terjadi sebagai akibat berkurangnya saturasi oksigen misalnya pada kelainan jantung bawaan, penyakit paru dan lain-lain, atau karena peningkatan kadar eritropoietin misal pada tumor hati dan ginjal yang menghasilkan eritropoietin berlebihan; dan polisitemia relatif, suatu keadaan yang terjadi sebagai akibat&lt;br /&gt;kehilangan plasmanya misal pada luka bakar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;Laju endap darah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proses pengendapan darah terjadi dalam 3 tahap yaitu tahap pembentukan rouleaux, tahap pengendapan dan tahap pemadatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di laboratorium cara untuk memeriksa laju endap darah yang sering dipakai adalah &lt;span style="color: rgb(255, 102, 0);"&gt;cara Wintrobe&lt;/span&gt; dan &lt;span style="color: rgb(255, 102, 0);"&gt;cara Weetergren&lt;/span&gt;. Pada cara Wintrobe nilai rujukan untuk wanita 0 - 20 mm/jam dan untuk pria 0 - 10 mm/jam, sedang pada cara Westergren nilai rujukan untuk wanita 0 - 15 mm/jam dan untuk pria 0 - 10 mm/jam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi laju endap darah adalah faktor eritrosit, faktor plasma dan faktor teknik. Jumlah eritrosit/ul darah yang kurang dari normal, ukuran eritrosit yang&lt;br /&gt;lebih besar dari normal dan eritrosit yang mudah beraglutinasi akan menyebabkan laju endap darah cepat. Walau pun demikian, tidak semua anemia disertai laju endap darah yang cepat. Pada anemia sel sabit, akantositosis, sferositosis serta poikilositosis berat, laju endap darah tidak cepat, karena pada keadaan-keadaan ini pembentukan rouleaux sukar terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada polisitemia dimana jumlah eritrosit/µl darah meningkat, laju endap darah normal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembentukan rouleaux tergantung dari komposisi protein plasma. Peningkatan kadar fibrinogen dan globulin mempermudah pembentukan roleaux sehingga laju endap darah cepat&lt;br /&gt;sedangkan kadar albumin yang tinggi menyebabkan laju endap darah lambat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Laju endap darah terutama mencerminkan perubahan protein plasma yang terjadi pada infeksi akut maupun kronik, proses degenerasi dan penyakit limfoproliferatif. Peningkatan laju endap darah merupakan respons yang tidak spesifik terhadap kerusakan jaringan dan merupakan petunjuk adanya penyakit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila dilakukan secara berulang laju endap darah dapat dipakai untuk menilai perjalanan penyakit seperti tuberkulosis, demam rematik, artritis dan nefritis. Laju endap darah yang&lt;br /&gt;cepat menunjukkan suatau lesi yang aktif, peningkatan laju endap darah dibandingkan sebelumnya menunjukkan proses yang meluas, sedangkan laju endap darah yang menurun&lt;br /&gt;dibandingkan sebelumnya menunjukkan suatu perbaikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain pada keadaan patologik, laju endap darah yang cepat juga dapat dijumpai pada keadaan-keadaan fisiologik seperti pada waktu haid, kehamilan setelah bulan ketiga dan pada orang tua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan akhirnya yang perlu diperhatikan adalah faktor teknik yang dapat menyebabkan kesalahan dalam pemeriksaan laju endap darah. Selama pemeriksaan tabung atau pipet harus tegak lurus; miring 3° dapat menimbulkan kesalahan 30%. Tabung atau pipet tidak boleh digoyang atau bergetar, karena ini akan mempercepat pengendapan. Suhu optimum selama pemeriksaan adalah 20°C, suhu yang tinggi akan mempercepat pengendapan dan sebaliknya suhu yang rendah akan memperlambat. Bila darah yang diperiksa sudah membeku sebagian hasil pemeriksaan laju endap darah akan lebih lambat karena sebagian fibrinogen sudah terpakai dalam pembekuan. Pemeriksaan laju endap darah harus dikerjakan dalam waktu 2 jam&lt;br /&gt;setelah pengambilan darah, karena darah yang dibiarkan terlalu lama akan berbentuk sferik sehingga sukar membentuk rouleaux dan hasil pemeriksaan laju endap darah menjadi lebih lambat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;Hitung leukosit&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terdapat dua cara untuk menghitung leukosit dalam darah tepi. Yang pertama adalah &lt;span style="color: rgb(255, 102, 0);"&gt;cara manual&lt;/span&gt; dengan memakai pipet leukosit, kamar hitung dan mikroskop. Cara kedua adalah &lt;span style="color: rgb(255, 102, 0);"&gt;cara semi automatik&lt;/span&gt; dengan memakai alat elektronik. Cara kedua ini lebih unggul dari cara pertama karena tekniknya lebih mudah, waktu yang diperlukan lebih singkat dan kesalahannya lebih kecil yaitu ± 2%, sedang pada cara pertama kesalahannya sampai ± 10%.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keburukan cara kedua adalah harga alat mahal dan sulit untuk memperoleh reagen karena belum banyak laboratorium di Indonesia yang memakai alat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jumlah leukosit dipengaruhi oleh umur, penyimpangan dari keadaan basal dan lain-lain .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada bayi baru lahir jumlah leukosit tinggi, sekitar 10.000 - 30.000/µl. Jumlah leukosit tertinggi pada bayi umur 12 jam yaitu antara 13.000 - 38.000 /µl. Setelah itu jumlah leukosit turun secara bertahap dan pada umur 21 tahun jumlah leukosit berkisar antara 4500 - 11.000/µl. Pada keadaan basal jumlah leukosit pada orang dewasa berkisar antara 5000 - 10.0004/µ1. Jumlah leukosit meningkat setelah melakukan aktifitas fisik yang sedang, tetapi&lt;br /&gt;jarang lebih dari 11.000/µl.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila jumlah leukosit lebih dari nilai rujukan, maka keadaan tersebut disebut &lt;span style="color: rgb(255, 102, 0); font-weight: bold;"&gt;leukositosis&lt;/span&gt;. Leukositosis dapat terjadi secara fisiologik maupun patologik. Leukositosis yang fisiologik&lt;br /&gt;dijumpai pada kerja fisik yang berat, gangguan emosi, kejang, takhikardi paroksismal, partus dan haid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Leukositosis yang terjadi sebagai akibat peningkatan yang seimbang dari masing-masing jenis sel, disebut &lt;span style="color: rgb(255, 102, 0);"&gt;balanced leokocytosis&lt;/span&gt;. Keadaan ini jarang terjadi dan dapat dijumpai pada  hemokonsentrasi. Yang lebih sering dijumpai adalah leukositosis yang disebabkan peningkatan dari salah satu jenis leukosit sehingga timbul istilah neutrophilic leukocytosis atau netrofilia, lymphocytic leukocytosis atau limfositosis, eosinofilia dan basofilia. Leukositosis yang patologik selalu diikuti oleh peningkatan absolut dari salah satu atau lebih jenis leukosit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Leukopenia adalah keadaan dimana jumlah leukosit kurang dari 5000/0 darah. Karena pada hitung jenis leukosit, netrofil adalah sel yang paling tinggi persentasinya hampir selalu leukopenia disebabkan oleh netropenia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;Hitung jenis leukosit&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hitung jenis leukosit hanya menunjukkan jumlah relatif dari masing-masing jenis sel. Untuk mendapatkan jumlah absolut dari masing-masing jenis sel maka nilai relatif (%) dikalikan jumlah leukosit total (sel/µl).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hitung jenis leukosit berbeda tergantung umur. Pada anak limfosit lebih banyak dari netrofil segmen, sedang pada orang dewasa kebalikannya. Hitung jenis leukosit juga bervariasi dari satu sediaan apus ke sediaan lain, dari satu lapangan ke lapangan lain. Kesalahan karena distribusi ini dapat mencapai 15%.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila pada hitung jenis leukosit, didapatkan eritrosit berinti lebih dari 10 per 100 leukosit, maka jumlah leukosit/µl perlu dikoreksi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;Netrofilia&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Netrofilia adalah suatu keadaan dimana jumlah netrofil lebih dari 7000/µl dalam darah tepi. Penyebab biasanya adalah infeksi bakteri, keracunan bahan kimia dan logam berat, gangguan metabolik seperti uremia, nekrosia jaringan, kehilangan darah dan kelainan mieloproliferatif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak faktor yang mempengaruhi respons netrofil terhadap infeksi, seperti penyebab infeksi, virulensi kuman, respons penderita, luas peradangan dan pengobatan. Infeksi oleh bakteri  seperti Streptococcus hemolyticus dan Diplococcus pneumonine menyebabkan netrofilia yang berat, sedangkan infeksi oleh Salmonella typhosa dan Mycobacterium tuberculosis tidak menimbulkan netrofilia. Pada anak-anak netrofilia biasanya lebih tinggi dari pada orang dewasa. Pada penderita yang lemah, respons terhadap infeksi kurang sehingga sering tidak disertai netrofilia. Derajat netrofilia sebanding dengan luasnya jaringan yang meradang karena jaringan nekrotik akan melepaskan leukocyte promoting substance sehingga abses yang luas akan menimbulkan netrofilia lebih berat daripada bakteremia yang ringan. Pemberian adrenocorticotrophic hormone (ACTH) pada orang normal akan menimbulkan netrofilia tetapi pada penderita infeksi berat tidak dijumpai netrofilia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rangsangan yang menimbulkan netrofilia dapat mengakibatkan dilepasnya granulosit muda keperedaran darah dan keadaan ini disebut pergeseran ke kiri atau shift to the left.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada infeksi ringan atau respons penderita yang baik, hanya dijumpai netrofilia ringan dengan sedikit sekali pergeseran ke kiri. Sedang pada infeksi berat dijumpai netrofilia berat dan banyak ditemukan sel muda. Infeksi tanpa netrofilia atau dengan netrofilia ringan disertai banyak sel muda menunjukkan infeksi yang tidak teratasi atau respons penderita yang kurang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada infeksi berat dan keadaan toksik dapat dijumpai tanda degenerasi, yang sering dijumpai pada netrofil adalah granula yang lebih kasar dan gelap yang disebut granulasi toksik. Disamping itu dapat dijumpai inti piknotik dan vakuolisasi baik pada inti maupun sitoplasma&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;Eosinofilia&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Eosinofilia adalah suatu keadaan dimana jumlah eosinofil lebih dari 300/µl darah. Eosinofilia terutama dijumpai pada  keadaan alergi. Histamin yang dilepaskan pada reaksi antigen-antibodi merupakan substansi khemotaksis yang menarik eosinofil. Penyebab lain dari eosinofilia adalah penyakit kulit kronik, infeksi dan infestasi parasit, kelainan hemopoiesis seperti polisitemia vera dan leukemia granulositik kronik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;Basofilia&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Basofilia adalah suatu keadaan dimana jumlah basofil lebih dari 100/µl darah. Basofilia sering dijumpai pada polisitemia vera dan leukemia granulositik kronik. Pada penyakit alergi seperti eritroderma, urtikaria pigmentosa dan kolitis ulserativa juga dapat dijumpai basofilia. Pada reaksi antigen-antibodi basofil akan melepaskan histamin dari granulanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;Limfositosis&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Limfositosis adalah suatu keadaan dimana terjadi peningkatan jumlah limfosit lebih dari 8000/µl pada bayi dan anak-anak serta lebih dari 4000/µl darah pada dewasa. Limfositosis&lt;br /&gt;dapat disebabkan oleh infeksi virus seperti morbili, mononukleosis infeksiosa; infeksi kronik seperti tuberkulosis, sifilis, pertusis dan oleh kelainan limfoproliferatif seperti leukemia limfositik kronik dan makroglobulinemia primer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;Monositosis&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Monositosis adalah suatu keadaan dimana jumlah monosit lebih dari 750/µl pada anak dan lebih dari 800/µl darah pada orang dewasa. Monositosis dijumpai pada penyakit mieloproliferatif  seperti leukemia monositik akut dan leukemia mielomonositik akut; penyakit kollagen seperti lupus eritematosus sistemik dan reumatoid artritis; serta pada beberapa penyakit infeksi baik oleh bakteri, virus, protozoa maupun jamur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perbandingan antara monosit : limfosit mempunyai arti prognostik pada tuberkulosis. Pada keadaan normal dan tuberkulosis inaktif, perbandingan antara jumlah monosit dengan limfosit lebih kecil atau sama dengan 1/3, tetapi pada tuberkulosis aktif dan menyebar, perbandingan tersebut lebih besar dari 1/3.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;Netropenia&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Netropenia adalah suatu keadaan dimana jumlah netrofil kurang dari 2500/µl darah. Penyebab netropenia dapat dikelompokkan atas 3 golongan yaitu meningkatnya pemindahan netrofil dari peredaran darah, gangguan pembentukan netrofil dan yang terakhir yang tidak diketahui penyebabnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Termasuk dalam golongan pertama misalnya umur netrofil yang memendek karena drug induced. Beberapa obat seperti aminopirin bekerja sebagai hapten dan merangsang pembentukan antibodi terhadap leukosit. Gangguan pembentukan dapat terjadi akibat radiasi atau obat-obatan seperti kloramfenicol, obat anti tiroid dan fenotiasin; desakan dalam sum-sum tulang oleh tumor. Netropenia yang tidak diketahui sebabnya misal pada infeksi seperti tifoid, infeksi virus, protozoa dan rickettisa; cyclic neutropenia, dan chronic idiopathic neutropenia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;Limfopenia&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada orang dewasa limfopenia terjadi bila jumlah limfosit  kurang dari 1000/µl dan pada anak-anak kurang dari 3000/µl darah. Penyebab limfopenia adalah produksi limfosit yang menurun seperti pada penyakit Hodgkin, sarkoidosis; penghancuran yang meningkat yang dapat disebabkan oleh radiasi, kortikosteroid dan obat-obat sitotoksis; dan kehilangan yang meningkat seperti pada thoracic duct drainage dan protein losing enteropathy.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;Eosinopenia dan lain-lain&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Eosinopenia terjadi bila jumlah eosinofil kurang dari 50/µl darah. Hal ini dapat dijumpai pada keadaan stress seperti syok,  luka bakar, perdarahan dan infeksi berat; juga dapat terjadi pada hiperfungsi koreks adrenal dan pengobatan dengan kortikosteroid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemberian epinefrin akan menyebabkan penurunan jumlah eosinofil dan basofil, sedang jumlah monosit akan menurun pada infeksi akut. Walaupun demikian, jumlah basofil, eosinofil dan monosit yang kurang dari normal kurang bermakna dalam klinik. Pada hitung jenis leukosit pada pada orang normal, sering tidak dijumlah basofil maupun eosinofil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="sumber:%20http://www.kalbe.co.id/files/cdk/files/10_PenilaianHasilPemeriksaan.pdf/10_PenilaianHasilPemeriksaan.html"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;sumber: http://www.kalbe.co.id/files/cdk/files/10_PenilaianHasilPemeriksaan.pdf/10_PenilaianHasilPemeriksaan.html&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4490031548544342460-1530208997361352668?l=seputar-sehat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://seputar-sehat.blogspot.com/feeds/1530208997361352668/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4490031548544342460&amp;postID=1530208997361352668' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4490031548544342460/posts/default/1530208997361352668'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4490031548544342460/posts/default/1530208997361352668'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seputar-sehat.blogspot.com/2007/08/penilaian-hasil-pemeriksaan-hematologi.html' title='Penilaian Hasil Pemeriksaan Hematologi Rutin'/><author><name>saya Wiwin Pratiwanggini,</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_aLsXelqpk2o/TPpmuqtvNwI/AAAAAAAAAFk/1Gnnfw6IIhI/S220/foto-manager.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4490031548544342460.post-2420830256951609659</id><published>2007-08-09T01:07:00.000-07:00</published><updated>2007-08-09T01:10:47.089-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='batuk'/><title type='text'>Kenali Jenis-Jenis Batuk</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;sumber: &lt;a href="http://www.republika.co.id/koran_detail.asp?id=225982&amp;kat_id=150"&gt;Republika Online&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="deskripsi"&gt;&lt;p&gt;Asap rokok juga bisa menyebabkan batuk. Apabila seseorang merokok, maka bulu getar pada tenggorokan tidak dapat berfungsi maksimal untuk mengusir benda asing yang masuk. Akibatnya terjadi infeksi dan menimbulkan dahak di dalam saluran pernapasan.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Kita bisa pasti pernah mengalami batuk. Bila terserang batuk, sungguh tidak mengenakkan. Apalagi jika disertai rasa gatal pada tenggorokan. Jika serangan batuk menjadi-jadi, bisa disertai rasa pegal pada perut, dan bahkan bisa saja timbul keram karena tertekan akibat batuk.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Gejala batuk biasanya menyertai penyakit lain seperti influenza. Bila seseorang terserang flu, dia akan mengalami pilek, demam, sakit kepala yang disertai batuk. Namun, batuk juga bisa timbul akibat peradangan pada paru-paru, misalnya penyakit tuberculosis (TBC).&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Menurut dokter Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP), dr Siselia Titis Iramawati, &lt;span style="color: rgb(255, 255, 51);"&gt;batuk adalah sebuah refleks fisiologi untuk melindungi tubuh dari benda-benda asing yang masuk ke tenggorokan&lt;/span&gt;. Jika ada benda asing yang masuk ke tenggorokan, tubuh akan berusaha mengeluarkannya dengan cara batuk. &lt;span style="color: rgb(255, 255, 51);"&gt;Tapi, batuk juga bisa karena gejala dari suatu penyakit tertentu&lt;/span&gt;. Dalam jalan udara di tenggorokan ada banyak rambut getar yang terus bergerak dan berfungsi untuk menyapu bersih benda-benda asing yang masuk.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;''Tenggorokan adalah tempat untuk menelan makanan. Tapi, ada juga saluran tenggorokan yang menuju ke usus dan pernapasan. Jika kita makan nasi, misalnya, lalu ada butiran yang masuk ke saluran napas, maka secara refleks kita akan batuk. Tujuannya untuk mengeluarkan benda asing tersebut,'' katanya kepada &lt;i&gt;Republika&lt;/i&gt;.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Penyebab batuk bisa bermacam-macam. Misalnya akibat radang tenggorokan, radang paru-paru, sinusitis, alergi, asap rokok, dan sebagainya. Pada sinusitis lendir pada hidung akan turun ke bawah yang menimbulkan gatal-gatal pada tenggorokan sehingga menimbulkan batuk. Sedangkan radang-radang paru-paru misalnya penyakit TBC.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;''Penyakit asma biasanya juga akan disertai batuk. Misalnya jika penderita asma terkena udara dingin, maka asmanya akan kambuh. Dan itu biasanya akan disertai dengan batuk,'' jelasnya lagi.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Asap rokok juga bisa menyebabkan batuk. Apabila seseorang merokok, maka bulu getar pada tenggorokan tidak dapat berfungsi maksimal untuk mengusir benda asing yang masuk. Akibatnya terjadi infeksi dan menimbulkan dahak di dalam saluran pernapasan. Akibat lebih jauh, orang tersebut akan batuk secara refleks untuk melindungi dan membersihkan jalan udara yang masuk.&lt;/p&gt;  &lt;p style="color: rgb(255, 204, 0);"&gt;&lt;b&gt;Jenis batuk&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Batuk terbagi menjadi dua tipe. &lt;span style="color: rgb(255, 255, 51);"&gt;Batuk kering&lt;/span&gt; dan &lt;span style="color: rgb(255, 255, 51);"&gt;batuk berdahak&lt;/span&gt;. Menurut Titis, batuk kering timbul karena adanya sensitivitas pada bulu-bulu getar di tenggorokan, misalnya jika timbul alergi. Alergi bisa timbul jika bulu-bulu getar terkena benda-benda, seperti es atau makanan yang pedas, sehingga tidak kuat dan akhirnya menimbulkan batuk.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Sedangkan batuk berdahak adalah batuk yang disertai dengan keluarnya lendir. Lendir ini bisa berasal dari peradangan pada paru-paru. ''Lendir itu akan keluar bersama batuk. Misalnya penyakit TBC. Karena itu, orang yang menderita TBC tidak boleh membuang lendirnya di sembarang tempat. Sebab begitu dia batuk dan membuang lendir, maka kumannya akan ikut keluar,'' demikian Titis.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Secara umum penyakit batuk akan lebih mudah menyerang orang pada peralihan musim, terutama bila terjadi perubahan temperatur udara mendadak dari musim panas ke musim dingin atau penghujan. Kondisi tubuh yang tidak fit juga memudahkan terkena penyakit, khususnya batuk.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Yang harus diwaspadai, menurut Titis, adalah batuk yang terjadi pada orang tua. Terutama bila batuknya menyerang saat berbaring atau tertidur sebab bisa jadi hal itu merupakan gejala gagal jantung.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;''Seorang yang berusia lanjut ketika sedang tidur lalu batuk-batuk, tapi setelah dia bangun batuknya reda, maka ini perlu diwaspadai. Sebab hal ini bisa terjadi karena jantungnya membesar sehingga menimbulkan gagal jantung. Gejala lainnya, jika baru sedikit berjalan, dia sudah terengah-engah atau kecapaian,'' ungkap Titis menjelaskan.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Pengobatan untuk jenis batuk kering dilakukan untuk menekan atau meredakan batuknya. Tujuannya untuk memberikan kenyamanan, menghindari terganggunya tidur dan kelelahan serta kemungkinan berbahaya bagi pasien. Pengobatannya dilakukan dengan menghilangkan refleks batuk secara sentral. Sedangkan untuk batuk berbatuk berdahak, pengobatan dilakukan untuk mengeluarkan dahaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p style="color: rgb(255, 204, 0);"&gt;&lt;b&gt;Tips Memilih Obat Batuk&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Sebelum menentukan obat batuk apa yang akan digunakan, terlebih dahulu harus dikenali jenis batuknya. Ini penting agar obat yang dikonsumsi tidak salah.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Jika seseorang menderita batuk berdahak, yang harus diminum adalah obat batuk ekspektoran. Obat batu jenis ini berfungsi untuk menekan agar dahak bisa keluar. Maka, jangan sampai memilih obat batuk antitusif yang berfungsi menekan batuk. Sebab jika mengonsumsi obat batuk jenis antitusif dahaknya justru tidak bisa keluar, bahkan bisa menimbulkan infeksi paru.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Sebaliknya, penderita batuk kering harus memilih obat batuk antitusif. Kalau dia minum obat batuk ekspektoran, maka batuknya tidak akan sembuh, bahkan bisa mengakibatkan batuk berdarah.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Dosis obat juga harus diperhatikan. Dosis yang tepat sesuai dengan aturan akan memudahkan penyembuhan penyakit. Sebaliknya, jika dosis kurang atau berlebih, batuk bisa tidak kunjung sembuh.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Saat ini banyak beredar obat batuk di pasaran. Untuk itu, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam memilih obat batuk sebagai berikut:&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;1. Pilih obat batuk yang komponennya spesifik. Saat ini banyak obat batuk yang mengandung ekspektoran untuk memecah lendir tapi sekaligus untuk menekan batuknya. Obat batuk akan efektif jika kegunaannya spesifik.&lt;br /&gt;2. Pilih obat batuk yang memiliki efek samping sekecil mungkin. Ini penting untuk mengurangi risiko efek samping yang tidak diinginkan untuk pemakaian jangka panjang.&lt;br /&gt;3. Jika menginginkan untuk pemakaian jangka panjang, kemasan obat batuk yang besar bisa menjadi pilihan. Yang harus diperhatikan adalah dosisnya harus tepat, khususnya untuk anak-anak.&lt;br /&gt;4. Perhatikan tanggal kedaluwarsa yang tercantum pada kemasan obat batuk. Tanggal tersebut menunjukkan sampai kapan obat batuk efektif dikonsumsi untuk meredakan.&lt;br /&gt;5. Pilih obat batuk yang memiliki nomor registrasi dari Departemen Kesehatan (Depkes) sebab itu menunjukkan bahwa obat batuk tersebut telah disetujui oleh Depkes untuk beredar di pasaran. &lt;/p&gt;         (jar/dari berbagai sumber )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4490031548544342460-2420830256951609659?l=seputar-sehat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://seputar-sehat.blogspot.com/feeds/2420830256951609659/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4490031548544342460&amp;postID=2420830256951609659' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4490031548544342460/posts/default/2420830256951609659'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4490031548544342460/posts/default/2420830256951609659'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seputar-sehat.blogspot.com/2007/08/kenali-jenis-jenis-batuk.html' title='Kenali Jenis-Jenis Batuk'/><author><name>saya Wiwin Pratiwanggini,</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_aLsXelqpk2o/TPpmuqtvNwI/AAAAAAAAAFk/1Gnnfw6IIhI/S220/foto-manager.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4490031548544342460.post-7687764868062121891</id><published>2007-08-08T23:30:00.000-07:00</published><updated>2007-08-08T23:52:46.091-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='batuk'/><title type='text'>Kiat Jitu Usir Batuk</title><content type='html'>&lt;span style="font-style: italic;"&gt;sumber: www.anakku.net&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang bisa kita lakukan untuk membantu meredakan batuk anak? Sebagian besar batuk pada anak tidak berbahaya, terutama yang timbulnya akut dan baru berlangsung sebentar. Hal-hal sederhana berikut ini memang tidak dapat secara langsung menghilangkan batuk, namun paling tidak anak dapat merasa lebih nyaman.    &lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 51);"&gt;Tingkatkan kelembaban udara&lt;/span&gt;: Suhu dan kelembaban  lingkungan di sekitar anak perlu disesuaikan supaya anak merasa nyaman. Udara  yang lembab akan mengurangi iritasi saluran napas, serta mencegah lendir  menjadi kering sehingga mudah dikeluarkan.   &lt;/li&gt;&lt;li&gt;  &lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 51);"&gt;Menghirup uap air hangat&lt;/span&gt; juga dapat membantu,  namun jangan sampai terlalu panas karena malahan dapat membuat udara semakin  kering.   &lt;!--[endif]--&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;  &lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 51);"&gt;Banyak minum&lt;/span&gt;. Usahakan anak Anda mendapatkan  banyak cairan untuk mengencerkan lendir di tenggorokannya dan mengurangi demam.  Air hangat yang ditambahkan perasan lemon dan sedikit madu dapat membantu  mengurangi rasa gatal di tenggorokan. Sup ayam atau susu hangat juga baik  diberikan pada si kecil.  &lt;!--[endif]--&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;  &lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 51);"&gt;Upayakan anak banyak beristirahat&lt;/span&gt;: Istirahat  diperlukan agar kondisi tubuhnya cepat kembali pulih seperti semula.  &lt;!--[endif]--&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:Symbol;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Jangan lupa, kebiasaan &lt;span style="color: rgb(255, 255, 51);"&gt;mencuci tangan&lt;/span&gt; perlu  diajarkan pada seluruh anggota keluarga sehingga dapat mencegah penularan  penyakit.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;p style="margin-left: 0.25in; text-indent: -0.25in;" class="MsoNormal"&gt; &lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;!--[endif]--&gt; &lt;/p&gt; &lt;h4&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 204, 0);"&gt; Kapan perlu obat batuk?&lt;/span&gt; &lt;/h4&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt; Apabila setelah beberapa hari batuk tidak membaik, atau batuknya hebat dan mengganggu tidur, dapat dipertimbangkan untuk memberikan obat batuk. Obat batuk ada yang dapat dibeli bebas dan ada pula yang dengan resep dokter. Obat ini boleh dipakai apabila dapat membuat anak merasa lebih nyaman, dan yang paling penting obat tersebut tidak menimbulkan efek samping yang berat.  &lt;/p&gt; &lt;h4 style="color: rgb(255, 204, 0);"&gt;&lt;strong&gt;Tips menggunakan obat batuk&lt;/strong&gt;&lt;/h4&gt; &lt;ol style="margin-top: 0in;"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 51);"&gt;Hindari obat yang berkhasiat menyembuhkan banyak gejala&lt;/span&gt;  (batuk, pilek, hidung tersumbat, demam) kecuali semua gejala itu memang  ada pada si kecil. &lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 51);"&gt;Ikuti petunjuk dokter&lt;/span&gt; mengenai jumlah dan frekuensi obat  yang diberikan pada anak. Jangan memberikan obat lebih banyak atau lebih  sering daripada yang dianjurkan dokter.&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Jika membeli obat bebas, &lt;span style="color: rgb(255, 255, 51);"&gt;ikuti aturan dosis&lt;/span&gt; yang tertera  pada kemasan obat. Jangan mengkira-kira sendiri jumlah obat yang  diberikan. &lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 51);"&gt;Ukur obat&lt;/span&gt; yang bentuknya sirup dengan menggunakan sendok  obat. Kocok dahulu botol obat.&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 51);"&gt;Jika terlewat&lt;/span&gt; satu kali pemberian, berikan obat tersebut  sesegera mungkin. Namun jika waktunya sudah mendekati pemberian obat  berikutnya, tunggu dan berikan dosis selanjutnya.&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 51);"&gt;Hubungi dokter&lt;/span&gt; jika terjadi efek samping obat misalnya  sulit bernapas, timbul merah-merah di kulit yang gatal, ngantuk  berlebihan, gelisah, nyeri perut, dan sebagainya.&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 51);"&gt;Simpan obat &lt;/span&gt;dalam suhu ruangan di wadah khusus yang  tertutup dan terlindung dari sinar matahari langsung, panas dan  kelembaban. Jangan dibekukan di &lt;em&gt;freezer&lt;/em&gt;.&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 51);"&gt;Simpan obat  &lt;/span&gt;dengan aman, jangan sampai si kecil bisa bermain-main dengan obat tanpa  sepngetahuan kita.  &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;  &lt;h4 style="color: rgb(255, 204, 0);"&gt;Berbagai macam obat batuk&lt;/h4&gt; &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt; Obat batuk pilek yang dijual bebas seringkali dikombinasi dengan obat turun panas (misalnya parasetamol) dan pereda hidung tersumbat (dekongestan). Berbagai macam obat batuk yaitu: &lt;/p&gt; &lt;ul style="margin-top: 0in;"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 51);"&gt;Penahan batuk.&lt;/span&gt; Bila batuknya sangat mengganggu, dokter  seringkali memberikan obat antitusif (bersifat menekan batuk) supaya  nyaman dan tidurnya tidak terganggu. Obat ini jangan diberikan  terus-menerus, cukup bila batuk sangat hebat. &lt;em&gt;Dextrometorphan &lt;/em&gt;merupakan obat penekan batuk yang dijual  bebas, bekerja dengan menaikkan ambang rangsang batuk. Obat resep misalnya  kodein yang merupakan turunan morfin, tergolong dalam obat narkotik. Obat  ini tergolong antitusif yang kuat. Cara kerjanya yaitu menghambat refleks  batuk sehingga hanya ditujukan bagi batuk kering, gatal, nyeri dan  mengganggu tidur. Obat ini jarang digunakan. Dosis besar dan pemakaian  berulang tidak dianjurkan karena dapat menimbulkan ketergantungan  (adiksi). &lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 51);"&gt;Pengencer dahak atau expectorant&lt;/span&gt;. Tujuan pemberian  pengencer dahak adalah mempermudah pengeluaran dahak, menghilangkan  iritasi, serta mencegah terangsangnya reseptor batuk secara berlebihan. &lt;em&gt;Bromhexin,  g&lt;/em&gt;&lt;em&gt;uaifenesin &lt;/em&gt;dan&lt;em&gt; amonium klorida &lt;/em&gt;dapat dibeli  bebas. A&lt;em&gt;mbroxol &lt;/em&gt;dan &lt;em&gt;asetilsistein &lt;/em&gt;merupakan obat resep&lt;em&gt;. &lt;/em&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 51);"&gt;Antialergi atau antihistamin&lt;/span&gt;. Obat ini bekerja dengan  menekan pusat batuk batuk. Antihistamin dapat mengurangi pilek yang  disebabkan alergi. Efek samping obat ini yaitu mengantuk seringkali  bermanfaat untuk membuat anak banyak beristirahat. Efek samping lain yaitu  mulut dan hidung menjadi kering. Contoh obatnya ialah diphenhydramine dan  chlorpheniramine.&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 51);"&gt;Dekongestan  atau obat batuk pilek&lt;/span&gt; sering dicapurkan ke dalam obat batuk. Gunanya  mengurangi gejala pilek atau hidung tersumbat, sehingga dapat meredakan  batuk yang disebabkan oleh tetesan cairan dari hidung (post nasal drip).  Contoh dekongestan yaitu pseudoephedrine. Kadang-kadang dapat timbul efek  samping yang ringan yaitu anak menjadi rewel dan agak sulit tidur.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;h4 style="color: rgb(255, 204, 0);"&gt;Apakah antibiotik selalu diperlukan untuk batuk?&lt;/h4&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt; Sebagian besar batuk pada anak disebabkan virus, terutama &lt;em&gt;common cold&lt;/em&gt;. &lt;span style="color: rgb(255, 255, 51);"&gt;Infeksi virus tidak memerlukan antibiotika&lt;/span&gt;. Batuk karena &lt;em&gt;common cold &lt;/em&gt;bisa berlangsung sampai seminggu, jadi yang penting adalah memberi nutrisi yang cukup, banyak istirahat, banyak minum (jangan minum air es), dan menjaga kelembaban udara ruangan. Batuk disebabkan asma juga tidak memerlukan antibiotika. Tentunya asma tidak akan sembuh dengan obat-obat biasa. Batuk karena asma memerlukan obat khusus &lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt; Bijak-bijaklah sebelum memutuskan untuk memberikan obat batuk pada anak. Batuk bukanlah musuh, namun justru diperlukan oleh tubuh. Bila benar-benar mengganggu, barulah obat batuk boleh diberikan, namun perhatikan benar dosisnya, jangan sampai berlebihan. &lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 204, 0);"&gt; Referensi&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;ol&gt;&lt;li&gt;Ganiswarna SG, Setiabudy R, Suyatna FD, dkk, penyunting.  Farmakologi dan terapi. Edisi keempat. Jakarta:  2001.  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Iannelli V. Before you buy children’s cold medicines. &lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;a href="http://pediatrics.about.com/cs/pharmacology/a/byb_cold_meds.htm"&gt;http://pediatrics.about.com/cs/pharmacology/a/byb_cold_meds.htm&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Loyola university health system. Antitussives. &lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;a href="http://www.luhs.org/HEALTH/kbase/htm/mdx-/qudr/403/mdx-qudr403.htm"&gt;http://www.luhs.org/HEALTH/kbase/htm/mdx-/qudr/403/mdx-qudr403.htm&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4490031548544342460-7687764868062121891?l=seputar-sehat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://seputar-sehat.blogspot.com/feeds/7687764868062121891/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4490031548544342460&amp;postID=7687764868062121891' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4490031548544342460/posts/default/7687764868062121891'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4490031548544342460/posts/default/7687764868062121891'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seputar-sehat.blogspot.com/2007/08/kiat-jitu-usir-batuk.html' title='Kiat Jitu Usir Batuk'/><author><name>saya Wiwin Pratiwanggini,</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_aLsXelqpk2o/TPpmuqtvNwI/AAAAAAAAAFk/1Gnnfw6IIhI/S220/foto-manager.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4490031548544342460.post-5007611271821509360</id><published>2007-07-23T23:47:00.000-07:00</published><updated>2007-07-23T23:51:36.828-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kura-kura'/><title type='text'>Pelihara Kura-kura Tidak Aman bagi Anak</title><content type='html'>&lt;span style="font-style: italic;"&gt;sumber: Antaranews, 6 Juli 2007&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Washington (ANTARA News) - Kura-kura agaknya bukan hewan peliharaan yang  aman buat anak-anak, setelah seorang bayi usia empat minggu meninggal tahun ini, demikian dikatakan oleh Pusat Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Menular AS (CDC) Jumat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;CDC menyampaikan kekhawatirannya bahwa hewan kura-kura yang diperjualbelikan sebagai hewan peliharaan, meningkat akhir-akhir ini walaupun adanya larangan untuk menjual kura-kura dengan diamater kulit punggungnya melebihi 4 inci  (10 cm).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bayi kura-kura merupakan hewan populer untuk dijadikan hewan peliharaan di Amerika Serikat sampai Badan pengawas Obat dan Makanan AS, FDA mengeluarkan larangan karena hewan tersebut meimbulkan banyak kasus berbagai penyakit serius bagi anak-anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Salmonella yang terdapat pada kotoran kura-kura dapat berpindah kepada manusia melalui kontak fisik baik secara langsung atau pun tak langsung. Tak ada metoda yang dapat menjamin bahwa seekor kura-kura bebas dari salmonella dan bakteri tersebut dapat dihilangkan dari kotoran hewan tersebut. Umumnya hampir semua kura-kura mengandung bakteri salmonella," demikiam dikatakan oleh CDC dalam laporan kematian bayi empat minggu .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyakit yang diakibatkan salmonella tetap merupakan masalah kesehatan di AS, dengan perkiraan 1,4 juta nonthypoidal salmonella (salmonella bukan penyebab penyakit typhoid) menjadi penyebab infeksi pada manusia setiap tahunnya yang mengharuskan 15 ribu orang harus dirawat di rumah sakit dan 400 diantaranya berakhir dengan kematian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bayi yang terkena salmonella tersebut dibawa ke ruang UGD sebuah rumah sakit di dengan gejala demam tinggi dan kejang, meninggal pada 1 Maret lalu walaupun sudah menerima pengobatan anti-biotika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tes terhadap bakteri yang diambil dari si bayi cocok dengan yang ditemukan pada kura-kura peliharaan yang merupakan hadiah pemberian seorang kenalan keluarga si bayi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hewan yang mengandung salmonella tidak sakit namun ia membawa microba tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;CDC telah menelusuri 15 orang lainnya yag juga terinfeksi dengan rangkaian bakteri yang sama pada tahun 2006 dan 2007 dan menenumkan 80 persen diantara mereka melakukan kontak fisik langsung maupun tak langsung dengan seekor kura-kura sepekan sebelum jatuh sakit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kasus-kasus tersebut memperlihatkan bahwa kura-kura kecil tetap menjadi sumber infeksi salmonella bagi manusia," kata CDC.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Walaupun pemberian pengetahuan kepada masyarakat yang bertujuan untuk mencegah infeksi yang disebabkan salmonella sudah sangat memadai, agaknya larangan untuk memelihara kura-kura adalah cara yang paling efektif untuk mencegah kasus infeksi akibat salmonella."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila bakteri itu menyebar dalam darah dapat menyebabkan sejumlah penyakit yang amat berbahaya yang mengancam keselamatan nyawa balita, lansia dan mereka yang tak memiliki sistem kekebalan yaitu orang yang hidup dengan AIDs atau pasien kanker, demikian Reuters.(*)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4490031548544342460-5007611271821509360?l=seputar-sehat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://seputar-sehat.blogspot.com/feeds/5007611271821509360/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4490031548544342460&amp;postID=5007611271821509360' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4490031548544342460/posts/default/5007611271821509360'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4490031548544342460/posts/default/5007611271821509360'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seputar-sehat.blogspot.com/2007/07/pelihara-kura-kura-tidak-aman-bagi-anak.html' title='Pelihara Kura-kura Tidak Aman bagi Anak'/><author><name>saya Wiwin Pratiwanggini,</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_aLsXelqpk2o/TPpmuqtvNwI/AAAAAAAAAFk/1Gnnfw6IIhI/S220/foto-manager.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4490031548544342460.post-4464310482405195081</id><published>2007-07-23T00:39:00.000-07:00</published><updated>2007-07-23T00:45:38.120-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='suplemen'/><title type='text'>Suplemen Vitamin dan Mineral</title><content type='html'>Untuk memenuhi kebutuhan harian akan vitamin C, bisa dicukupi dengan makan sebuah jeruk - atau minum satu tablet vitamin C. Mana yang lebih baik? Dalam banyak hal, tentu jeruk lebih baik. Memang cara terbaik mendapatkan vitamin dan mineral yang diperlukan adalah melalui makanan dan bukan dengan suplemen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak orang dewasa (Amerika) mengonsumsi suplemen vitamin secara teratur. Sebagian ada yang menganggapnya sebagai pengganti makanan yang esensial. Sementara yang lain menganggapnya sebagai jaminan yang tidak membahayakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suplemen multivitamin dan mineral harian yang dosisnya mendekati 100% dari kecukupan gizi yang dianjurkan, tidak membahayakan dan mungkin saja bermanfaat jika kita mengonsumsi makanan yang tidak banyak variasi. Namun, suplemen tidak dapat menyediakan unsur penting lainnya dalam makanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum minum suplemen lain di luar suplemen multivitamin dan mineral standar, berkonsultasilah dulu dengan dokter atau ahli gizi yang sudah terdaftar. Penting diperhatikan bahwa kita jangan mengonsumsi lebih dari jumlah yang dianjurkan. Banyak bahan gizi yang dapat membahayakan apabila dikonsumsi dalam jumlah besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 0);"&gt; MANFAAT MAKANAN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makanan lengkap menyediakan sejumlah besar manfaat yang tidak dapat diperoleh dari pil:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- &lt;span style="color: rgb(255, 102, 0);"&gt;Makanan lengkap bersifat kompleks&lt;/span&gt;. Makanan lengkap mengandung berbagai zat-zat gizi yang dibutuhkan tubuh. Sebagai contoh, sebuah jeruk tidak hanya mengandung vitamin C tapi juga beta karoten, kalsium, dan gizi lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- &lt;span style="color: rgb(255, 102, 0);"&gt;Makanan lengkap mengandung serat&lt;/span&gt;. Serat penting untuk pencernaan dan dapat membantu mencegah penyakit jantung, diabetes, dan sembelit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- &lt;span style="color: rgb(255, 102, 0);"&gt;Makanan lengkap mengandung fitokimia&lt;/span&gt;. Fitokimia adalah senyawa alami yang dihasilkan tumbuhan untuk melindungi tumbuhan itu dari bakteri, virus, atau jamur. Berbeda dengan vitamin dan mineral, fitokimia belum diketahui jelas nilai gizinya. Namun, fitokimia dapat membantu melindungi kita dari sejumlah penyakit termasuk kanker, penyakit jantung, osteoporosis, dan diabetes.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 51);"&gt; SIAPA SAJA YANG BUTUH SUPLEMEN ?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi sebagian besar orang, makanan yang sehat itu sudah menyediakan cukup vitamin dan mineral. Suplemen vitamin dan mineral mungkin berguna untuk:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- &lt;span style="color: rgb(255, 102, 0);"&gt;Orang yang berusia 65 tahun atau lebih&lt;/span&gt;. Semakin bertambah usia, masalah kesehatan bisa mengarah pada pola makan yang lebih buruk, ini membuat kita makin sulit mendapatkan vitamin dan mineral yang diperlukan. Selain itu, tubuh mungkin tidak mampu lagi menyerap vitamin B6, B12 dan vitamin D seperti biasanya, membuat suplemen lebih diperlukan. Tambahan lagi telah terbukti bahwa multivitamin dapat meningkatkan fungsi kekebalan dan menurunkan risiko terkena infeksi tertentu dengan bertambahnya usia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- &lt;span style="color: rgb(255, 102, 0);"&gt;Wanita yang memasuki masa post-menopause&lt;/span&gt;. Bagi beberapa wanita, tanpa bantuan suplemen, akan mengalami kesulitan mendapatkan jumlah kalsium dan vitamin D yang dianjurkan. Suplemen kalsium dan vitamin D keduanya terbukti melindungi wanita dari osteoporosis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- &lt;span style="color: rgb(255, 102, 0);"&gt;Mereka yang tidak makan cukup baik&lt;/span&gt;. Jika dalam sehari kita tidak makan lima sajian buah-buahan dan sayuran seperti yang dianjurkan, maka dengan mengonsumsi satu tablet suplemen multivitamin saja mungkin sudah cukup. Namun bagaimanapun, tindakan yang terbaik adalah menciptakan kebiasaan makan yang lebih baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- &lt;span style="color: rgb(255, 102, 0);"&gt;Bagi yang sedang menjalankan diet kalori rendah&lt;/span&gt;. Jika setiap hari seseorang makan kurang dari 1.000 kalori, kemungkinan ia akan memerlukan suplemen vitamin dan mineral.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- &lt;span style="color: rgb(255, 102, 0);"&gt;Bagi yang merokok&lt;/span&gt;. Tembakau menurunkan proses penyerapan berbagai vitamin dan mineral, termasuk vitamn B6, B12, vitamin C, folat, dan niasin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- &lt;span style="color: rgb(255, 102, 0);"&gt;Yang suka minum alkohol berlebihan&lt;/span&gt;. Pemakaian alkohol secara berlebihan dapat mengganggu pencernaan dan penyerapan tiamin, folat, dan vitamin A, D, dan B12. Perubahan metabolisme juga mempengaruhi mineral seperti seng, selenium.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-&lt;span style="color: rgb(255, 102, 0);"&gt; Wanita yang berencana untuk hamil&lt;/span&gt;, sedang hamil atau sedang memberi  ASI. Selama waktu-waktu ini, wanita itu membutuhkan lebih banyak bahan-bahan gizi tertentu terutama asam folat - yaitu bentuk sintetik dari folat. Asam folat membantu mencegah kerusakan saluran saraf seperti spina bifida (cacat tulang belakang) pada janin. Suplemen zat besi yang diberikan selama kehamilan dapat membantu mencegah anemia pada ibu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- &lt;span style="color: rgb(255, 102, 0);"&gt;Mereka yang mengonsumsi makanan khusus atau menderita kondisi &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 102, 0);"&gt;kronis&lt;/span&gt;. Jika variasi makanan seseorang terbatas, karena ia tidak tahan terhadap makanan tertentu atau menderita alergi makanan, sebaiknya ia minum suplemen vitamin dan mineral. Jika ia seorang vegetarian yang sama sekali tidak mengonsumsi makanan produk hewani, kemungkinan ia membutuhkan tambahan vitamin B12 dan seng. Jika ia tidak makan produk susu dan tidak terpapar sinar matahari sekitar 15 menit pun sehari, mungkin orang itu memerlukan suplemen kalsium dan vitamin D dalam makanannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa kondisi medis yang kronis mungkin saja meningkatkan kebutuhan seseorang akan gizi yang bervariasi, mengingat selera makan yang terganggu dan tubuh kurang mampu mengatasinya. Dalam kasus ini, mungkin diperlukan suplemen khusus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;sumber: Mayo Clinic "Family Health Book" hal.28&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4490031548544342460-4464310482405195081?l=seputar-sehat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://seputar-sehat.blogspot.com/feeds/4464310482405195081/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4490031548544342460&amp;postID=4464310482405195081' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4490031548544342460/posts/default/4464310482405195081'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4490031548544342460/posts/default/4464310482405195081'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seputar-sehat.blogspot.com/2007/07/suplemen-vitamin-dan-mineral.html' title='Suplemen Vitamin dan Mineral'/><author><name>saya Wiwin Pratiwanggini,</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_aLsXelqpk2o/TPpmuqtvNwI/AAAAAAAAAFk/1Gnnfw6IIhI/S220/foto-manager.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4490031548544342460.post-9056232742472616155</id><published>2007-07-23T00:16:00.001-07:00</published><updated>2007-07-23T00:21:33.425-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sariawan'/><title type='text'>Tentang Sariawan</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;SARIAWAN&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa sih sariawan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sariawan adalah istilah yang  digunakan luka-luka/lesi2 di dalam mulut. Dalam bahasa kedokteran digunakan  istilah APHTHAE. Bentuk luka macam borok dengan selaput putih, permukaan  rata. Tempat yang terkena adalah bagian-bagian selaput lendir/mukosa mulut  yang bisa di gerak2kan yaitu daerah pipi bagian dalam, bibir bagian  dalam.Gejalanya perih, sakit&lt;br /&gt;jika digerakkan dan sensitif terhadap  rasa pedas. Tidak deman. Sembuh sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyebab: BELUM  DIKETAHUI&lt;br /&gt;Mungkin karena genetik, hormon, stress, daya tahan tubuh (faktor  imun sehingga kecolok sikat gigi bisa menjadikannya sariawan, tergigit),  alergi pasta gigi, obat, makanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada DUA kelompok Aphtae:&lt;br /&gt;-  minor&lt;br /&gt;- mayor/kronis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Minor Aphthae akan sembuh sendiri dalam tiga –  lima hari. Tidak deman, dan tidak menimbulkan rasa lemah. Tidak muncul  berulang-ulang. Tidak perlu diobati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mayor aphtae:&lt;br /&gt;Adalah sariawan  yang berulang-ulang, luka lebih dalam, lebih sakit, kadang diikuti rasa  demam-deman, dan lemah. Bentuk sariawan bisa bergerombol bisa melebar dengan  pinggiran merah. Seringkali diikuti infeksi skunder (bakteria). Munculnya  berulang-ulang, ada yang muncul saat2 menstruasi, atau jika terlalu lelah,  stress. Lamanya muncul lebih lama daripada Aphthae minor tadi. Bentuk Aphtae  ini kadang juga sebagai manifestasi (muncul gara-gara) penyakit lain yang  lebih parah, misalnya HIV/AIDS, gangguan hormon,  gangguan imunologi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengobatan:&lt;br /&gt;Antibakteria kumur untuk mencegah  infeksi sekunder.&lt;br /&gt;Vitamin untuk menunjang daya tahan tubuh.&lt;br /&gt;Penghilang  rasa sakit&lt;br /&gt;Salep mulut kortikosteroid (hanya dengan resep dan di bawah  pengawasan dokter).&lt;br /&gt;Jaga kebersihan mulut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a title="http://www.aafp.org/afp/20000701/149.html" href="http://www.aafp.org/afp/20000701/149.html"&gt;http://www.aafp.&lt;wbr title="http://www.aafp.org/afp/20000701/149.html"&gt;org/afp/20000701&lt;wbr title="http://www.aafp.org/afp/20000701/149.html"&gt;/149.html&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;INFEKSI  JAMUR&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TIDAK DISEBUT SARIAWAN (tolong jangan menyebut sariawan buat  infeksi jamur, bisa membingungkan), karena memang bukan sariawan, tetapi  infeksi jamur.Yang paling sering adalah infeksi jamur candida, maka disebut  candidiasis.Infeksi jamur ini yang paling sering terjadi pada bayi dan  anak-anak. Warnanya gumpalan-gumpalan putih creamy macam susu. Tempatnya  terutama di lidah, tetapi juga bisa menyebar kemana-mana hingga selaput  lendir atau mukosa mulut lainnya yaitu pipi bagian dalam, bibir bagian dalam,  bawah lidah, gusi, pinggiran mulut, bahkan ke luar rongga mulut sekitar  mulut. Selain dapat menyebar ke luar mulut, dapat juga menyebar ke dalam  yaitu ke tenggorokan, kerongkongan, dan masuk ke dalam usus.Jamur yang  menggerombol dan menempel ini kadang lepas akan menyebabkan luka-luka yang  sangat sakit. Jika penyebarannya mencapai tenggorokan anak akan selalu  menangis karena sulit menelan dan sulit makan. &lt;div class="ygrp-content"&gt;&lt;br /&gt;PERLU DIOBATI dengan anti  jamur dengan resep dokter. Jaga kebersihan supaya tidak menular kemana-mana.  Bagi Ibu yang sedang menyusui maka si Ibu juga perlu mendapatkan pengobatan  candida di puting susu. Pengobatan harus tuntas, karena itu jika obat telah  habis tetapi belum sembuh juga, perlu kembali ke dokter yang  merawatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk infeksi jamur, antibiotika adalah kontra  indikasi.&lt;br /&gt;&lt;a title="http://www.nutrition4health.org/nohanews/NNS95OralYeastInfections.htm" href="http://www.nutrition4health.org/nohanews/NNS95OralYeastInfections.htm"&gt;http://www.nutritio&lt;wbr title="http://www.nutrition4health.org/nohanews/NNS95OralYeastInfections.htm"&gt;n4health.&lt;wbr title="http://www.nutrition4health.org/nohanews/NNS95OralYeastInfections.htm"&gt;org/nohanews/&lt;wbr title="http://www.nutrition4health.org/nohanews/NNS95OralYeastInfections.htm"&gt;NNS95OralYeastIn&lt;wbr title="http://www.nutrition4health.org/nohanews/NNS95OralYeastInfections.htm"&gt;fections.&lt;wbr title="http://www.nutrition4health.org/nohanews/NNS95OralYeastInfections.htm"&gt;htm&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a title="http://www.mayoclinic.com/health/oral-thrush/DS00408/DSECTION=2" href="http://www.mayoclinic.com/health/oral-thrush/DS00408/DSECTION=2"&gt;http://www.mayoclin&lt;wbr title="http://www.mayoclinic.com/health/oral-thrush/DS00408/DSECTION=2"&gt;ic.com/health/&lt;wbr title="http://www.mayoclinic.com/health/oral-thrush/DS00408/DSECTION=2"&gt;oral-thrush/&lt;wbr title="http://www.mayoclinic.com/health/oral-thrush/DS00408/DSECTION=2"&gt;DS00408/DSECTION&lt;wbr title="http://www.mayoclinic.com/health/oral-thrush/DS00408/DSECTION=2"&gt;=2&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;INFEKSI  VIRUS&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Juga TIDAK DISEBUT SARIAWAN. Tetapi infeksi virus. Biasanya virus  yang mengenainya adalah virus herpes, umumnya disebabkan karena virus  herpes simplex atau herpes zozter. Gambaran virus herpes simplex  mempunyai luka-luka soliter (satu-satu sendiri-sendiri) dan herpes zoster  bisa menggerombol. Bentuk luka/lesi2 bulat-bulat kecil sekitar 2 – 3 mm –  bisa&lt;br /&gt;menyerang seluruh bagian mulut. Biasanya dimulai dengan gelembung  yang segera pecah meninggalkan luka-luka yang sakit, daerah mukosa menjadi  merah, mudah berdarah, dan kadang diikuti pembengkakan. Gejalanya: high  fever, rasa sakit, tidak enak badan, tidak nafsu makan, lemah, ada  pembengkakan kelenjar di bawah rahang, MENULAR.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harus segera  mendapatkan penanganan segera, makanan tinggi kalori tinggi protein, untuk  mengurangi sakit diberi obat oles yang mengandung lidocain (anastesi lokal)  atau analgesik telan. Jika tanpa medikasi akan sembuh sendiri antara 10-14  hari. Pemberian antivirus hanya untuk memperpendek waktu sakit. Untuk anak  kecil harus dijaga agar tidak terjadi penyebaran ke mata yang membahayakan  penglihatan (buta).&lt;br /&gt;&lt;a title="http://dentistry.ouhsc.edu/intranet-WEB/ContEd/OPCE/PHG.html" href="http://dentistry.ouhsc.edu/intranet-WEB/ContEd/OPCE/PHG.html"&gt;http://dentistry.&lt;wbr title="http://dentistry.ouhsc.edu/intranet-WEB/ContEd/OPCE/PHG.html"&gt;ouhsc.edu/&lt;wbr title="http://dentistry.ouhsc.edu/intranet-WEB/ContEd/OPCE/PHG.html"&gt;intranet-&lt;wbr title="http://dentistry.ouhsc.edu/intranet-WEB/ContEd/OPCE/PHG.html"&gt;WEB/ContEd/&lt;wbr title="http://dentistry.ouhsc.edu/intranet-WEB/ContEd/OPCE/PHG.html"&gt;OPCE/PHG.&lt;wbr title="http://dentistry.ouhsc.edu/intranet-WEB/ContEd/OPCE/PHG.html"&gt;html&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a title="http://www.dentistry.bham.ac.uk/ecourse/cal/stlesions/stltn24.htm" href="http://www.dentistry.bham.ac.uk/ecourse/cal/stlesions/stltn24.htm"&gt;http://www.dentistr&lt;wbr title="http://www.dentistry.bham.ac.uk/ecourse/cal/stlesions/stltn24.htm"&gt;y.bham.ac.&lt;wbr title="http://www.dentistry.bham.ac.uk/ecourse/cal/stlesions/stltn24.htm"&gt;uk/ecourse/&lt;wbr title="http://www.dentistry.bham.ac.uk/ecourse/cal/stlesions/stltn24.htm"&gt;cal/stlesions/&lt;wbr title="http://www.dentistry.bham.ac.uk/ecourse/cal/stlesions/stltn24.htm"&gt;stltn24.htm&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diagnosa  pembanding: HFMD (Hand – Foot-Mouth-Disease) gambaran di dalam mulut  mirip-mirip.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;INFEKSI BACTERIA&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Infeksi baketria (biasanya mix  bacetria anaerob) SERING terjadi di daerah-daerah miskin yang kurang  perhatian kebersihan terutama kebersihan mulut, ditambah dengan daya tahan  tubuh kurang akibat gizi kurang baik. Tetapi tidak menutup kemungkinan  terjadi pada kelompok2 ekonomi baik, sebab infeksi ini SANGAT MENULAR.  Ginggivo stomatitis necrotica, atau Necrotica Ginggivostomatitis, atau  Necrotica Ulcerative Ginggivostomatitis (NUG), bentuk yang akut disebut Acute  Necrotica Ulcerative Ginggivostomatitis (ANUG).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Juga TIDAK DISEBUT  SARIAWAN.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dulu di sekitar Jakarta banyak ditemukan, lama-lama menghilang,  tetapi kini dilaporkan sudah ada lagi pasien yang datang ke rumah sakit di  Jakarta. Di daerah-darah banyak ditemukan yang sudah melanjut kronis menjadi  NOMA (kanker mulut).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gejala awal, terjadi sangat cepat dengan rasa  sakit pada gigi geligi hampir semua bagian di rahang atas dan bawah, gusi2  sekitar gigi2 merah meradang, untuk selanjutnya daerah gusi bagian yang  runcing diantara dua gigi (papil) akan menumpul, menunjukkan adanya  pembusukan (gangrena) dengan bau busuk yang sangat khas dan keras. Kondisi  anak demam, lemah, rasa sakit, yang menyebabkan tidak mau makan. Jika  dibiarkan pembusukan akan meluas mengenai gusi dan mukosa pipi bagian  dalam. Pembusukan di daerah ini akan menyebabkan rusaknya jaringan yang  akhirnya menyebabkan pembukaan dengan proses seperti kanker. Dalam keadaan  ini kemungkinan meninggal dunia sangat besar, karena kondisi tubuh yang  terus merosot dan dehidrasi. Kalau mencari laporan dan tidak ada laporan  adanya&lt;br /&gt;ANUG di Indonesië bukan berarti di Indonesië penyakit ini tidak ada,  tapi Studi/penelitiannya dan laporannya ke dunia internasional yang tidak  ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengobatan untuk ANUG : segera kumurkan atau basuh mulut dengan  hidrogen peroksida, tingkatkan kebersihan mulut, vitamin, makanan tinggi  kalori tinggi protein, banyak minum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keadaan kronis, perlu antibiotika  (karena infeksi nya mix perlu dilakukan tes lab). Kadang juga disertai dengan  infeksi virus. .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Noma perlu tindakan operasi dan perbaikan kondisi tubuh  secara menyeluruh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ANUG:&lt;br /&gt;&lt;a title="http://www.thejcdp.com/issue019/folayan/folayan.pdf" href="http://www.thejcdp.com/issue019/folayan/folayan.pdf"&gt;http://www.thejcdp.&lt;wbr title="http://www.thejcdp.com/issue019/folayan/folayan.pdf"&gt;com/issue019/&lt;wbr title="http://www.thejcdp.com/issue019/folayan/folayan.pdf"&gt;folayan/folayan.&lt;wbr title="http://www.thejcdp.com/issue019/folayan/folayan.pdf"&gt;pdf&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gambar  NOMA dapat dilihat disini.&lt;br /&gt;&lt;a title="http://www.paediatrie-hautnah.de/archiv/2000/04/ph0004_176.pdf" href="http://www.paediatrie-hautnah.de/archiv/2000/04/ph0004_176.pdf"&gt;http://www.paediatr&lt;wbr title="http://www.paediatrie-hautnah.de/archiv/2000/04/ph0004_176.pdf"&gt;ie-hautnah.&lt;wbr title="http://www.paediatrie-hautnah.de/archiv/2000/04/ph0004_176.pdf"&gt;de/archiv/&lt;wbr title="http://www.paediatrie-hautnah.de/archiv/2000/04/ph0004_176.pdf"&gt;2000/04/ph0004_&lt;wbr title="http://www.paediatrie-hautnah.de/archiv/2000/04/ph0004_176.pdf"&gt;176.pdf&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a title="http://jcm.asm.org/cgi/reprint/40/6/2187.pdf" href="http://jcm.asm.org/cgi/reprint/40/6/2187.pdf"&gt;http://jcm.asm.&lt;wbr title="http://jcm.asm.org/cgi/reprint/40/6/2187.pdf"&gt;org/cgi/reprint/&lt;wbr title="http://jcm.asm.org/cgi/reprint/40/6/2187.pdf"&gt;40/6/2187.&lt;wbr title="http://jcm.asm.org/cgi/reprint/40/6/2187.pdf"&gt;pdf&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ORAL ULCER  (luka/lesi mulut ) lain&lt;br /&gt;Karena penyakit rongga mulut banyak, jika masih  penasaran dapat membaca disini serta membandingkannya.&lt;br /&gt;&lt;a title="http://www.mssm.edu/msjournal/65/11_schneider.pdf" href="http://www.mssm.edu/msjournal/65/11_schneider.pdf"&gt;http://www.mssm.&lt;wbr title="http://www.mssm.edu/msjournal/65/11_schneider.pdf"&gt;edu/msjournal/&lt;wbr title="http://www.mssm.edu/msjournal/65/11_schneider.pdf"&gt;65/11_schneider.&lt;wbr title="http://www.mssm.edu/msjournal/65/11_schneider.pdf"&gt;pdf&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam,&lt;br /&gt;Julia  Maria van Tiel&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber: &lt;a href="http://groups.yahoo.com/group/sehat"&gt;milis Sehat&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4490031548544342460-9056232742472616155?l=seputar-sehat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://seputar-sehat.blogspot.com/feeds/9056232742472616155/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4490031548544342460&amp;postID=9056232742472616155' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4490031548544342460/posts/default/9056232742472616155'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4490031548544342460/posts/default/9056232742472616155'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seputar-sehat.blogspot.com/2007/07/tentang-sariawan.html' title='Tentang Sariawan'/><author><name>saya Wiwin Pratiwanggini,</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_aLsXelqpk2o/TPpmuqtvNwI/AAAAAAAAAFk/1Gnnfw6IIhI/S220/foto-manager.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4490031548544342460.post-3988716426737452907</id><published>2007-07-22T23:37:00.000-07:00</published><updated>2007-07-22T23:51:15.081-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='batpil'/><title type='text'>Batuk Pilek</title><content type='html'>mengenai bayi pilek, dulu sih pernah dibahas mengenai sedot/isep ingus  pada bayi dan hal ini tidak dianjurkan karena si orang tua beresiko  mentransfer kuman/virus dari mulutnya ke mulut si bayi....nanti malah nularin  penyakit ke anak. saya kurang tahu apakah hal ini juga bisa terjadi walau  kita menggunakan alat sedot.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tapi ada cara lain, yaitu dengan  mengencerkan ingus di hidungnya menggunakan cairan NaCL. NaCL ini nama  generiknya dan bisa dibeli di apotik2....tapi kalau tidak nemu, bisa juga  yang ada merknya yg kandungannya NaCL, salah satunya &lt;a href="http://www.medicastore.com"&gt;breathy&lt;/a&gt;. cara  penggunaannya mudah, tinggal teteskan saja ke lubang hidungnya....kalau  saya sih biasanya 2-3 tetes setiap lubang hidung. selain&lt;br /&gt;&lt;div class="ygrp-content"&gt;itu mungkin bisa  juga ditambah dengan balsem untuk bayi di lehernya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-----&lt;br /&gt;tentang &lt;a href="http://www.medicastore.com"&gt;ryzen&lt;/a&gt; ini walaupun tertulis tidak dianjurkan &lt; 2 tahun  tapi sebenernya berdasarkan penelitian terbaru boleh untuk anak mulai usia  6 bulan dengan indikasi tertentu. yang harus diperhatikan adalah indikasi  yang bener buat pemakaian ryzen tersebut lantaran sebagai obat ada efek  samping dan secara resmi ga dianjurkan (bukannya tidak boleh) buat usia &lt;  2 tahun.&lt;br /&gt;perlu diketahui, pilek terus menerus bukan pasti alergi, bisa  juga pingpong fenomena dan memang ada 4% yang common cold kurang &gt; 2  minggu (seminar batuk). untuk tahu itu alergi atau bukan harus dipelajari  baik-baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-----&lt;br /&gt;Penggunaan &lt;a href="http://www.medicastore.com"&gt;nebuliser&lt;/a&gt; untuk batuk-pilek menurut saya berlebihan yah. Kalau gak  salah penggunaan nebuliser itu tepatnya untuk anak yang menderita asma dan  diagnosa asma sendiri baru bisa ditegakkan ketika anak usia 3 tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila  anak alergi, tatalaksana utamanya adalah  menghindari pencetusnya.....mungkin anaknya alergi dengan udara dingin?  bila demikian,coba hindari penggunaan AC, diganti dengan kipas angin atau  suhunya jangan terlalu dingin. kalau anak saya lagi pilek, selain saya beri  NaCL, terkadang saya siapin tisu yg sudah ditetesin minyak kayu putih, lalu  ditaro dekat bantalnya atau sedia baskom air panas yg sudah dicampur dengan  transpulmin. baskom air juga gunanya melembabkan udara, krn udara kering  lebih mudah mencetus batuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber: &lt;a href="http://groups.yahoo.com/group/sehat"&gt;milis SEHAT&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4490031548544342460-3988716426737452907?l=seputar-sehat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://seputar-sehat.blogspot.com/feeds/3988716426737452907/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4490031548544342460&amp;postID=3988716426737452907' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4490031548544342460/posts/default/3988716426737452907'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4490031548544342460/posts/default/3988716426737452907'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seputar-sehat.blogspot.com/2007/07/batuk-pilek.html' title='Batuk Pilek'/><author><name>saya Wiwin Pratiwanggini,</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_aLsXelqpk2o/TPpmuqtvNwI/AAAAAAAAAFk/1Gnnfw6IIhI/S220/foto-manager.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4490031548544342460.post-2640979331253598115</id><published>2007-07-22T23:12:00.000-07:00</published><updated>2007-07-22T23:21:01.804-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='khitan'/><title type='text'>Seputar Khitan</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Q:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Dari brosur tempat khitan itu saya baca bahwa setelah dikhitan anak diwajibkan minum antibiotik yg sudah disiapkan. Pertanyaan saya, apakah antibiotik itu memang wajib diminum ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;A:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;-----&lt;br /&gt;khitan kan bedah minor... bedah minro gak butuh antibiotik... lagi pula alatnya kan sudah steril... oh iya jangan yang bakar/laser ya??/&lt;br /&gt;-----&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Q:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;kalo boleh tanya, emang kenapa klo yg bakar/laser? apakah ada efek sampingnya? krn sekarang banyak sekali sunat2 yg menggunakan laser.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;A:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;-----&lt;br /&gt;tentang khitan... di amerik dan di beberapa negara di eropa tindakan ini sudah merupakan prosedur medis umumnya dilakukan pada bayi baru lahir dan tdiak ada satupun literatur yang menyebutkan penggunaan kauter/bakar.&lt;br /&gt;pada dasarnya kauter itu dilakukan pada operasi besar dimana digunakan untuk memotong jaringan sekaligus menghentikan perdarahannya... atau untuk menghentikan perdarahan kauter ini bukan untuk kulit...&lt;br /&gt;pada operasi besar untuk membuka kulit itu digunakan pisau bedah... (spanjang ingatan saya waktu stase bedah dulu).&lt;br /&gt;risiko penggunaan kauter adalah terbakarnya glans penis (batang penis) atau bahkan terpotongnya glans penis baik langsung ataupun melalui perantara klem (penjepit) yang terbuat dari logam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;oleh karena itu sunat cara ini sebenarnya sangat tidak dianjurkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;prinsip sunat adlah srikum sisi yaitu dilakukan pemotongan kulit secara melingkar sedangkan kauter itu secara guiletin (tulisannya gimana ya?) dimana kulit dijept diats glans (batang penis), sehingga resiko kependekan atau kepanjangan atau terbakar atau malah terpotong glansnya lebih besar...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-----&lt;br /&gt;bahasa awamnya sunat laser itu bisa menyebabkan luka bakar tingkat dua (kalo resiko terpotong saya malah baru denger niy dok sereem bener...) karena laser itu tidak didesain untuk jaringan kulit di daerah penis.&lt;br /&gt;Sebenarnya karena sunat merupakan bedah minor bisa dilakukan petugas kesehatan seperti mantri, kalo gak salah koas juga dah bisa mempraktekan sunat (CMIIW dok). Dirumah sakit besar rata2 menerima sunat juga kok.&lt;br /&gt;Apalagi kalo lagi musim libur kayak kemarin suka ada paket sunat yang lebih murah daripada biasanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber: &lt;a href="http://groups.yahoo.com/group/sehat"&gt;milis Sehat&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4490031548544342460-2640979331253598115?l=seputar-sehat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://seputar-sehat.blogspot.com/feeds/2640979331253598115/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4490031548544342460&amp;postID=2640979331253598115' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4490031548544342460/posts/default/2640979331253598115'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4490031548544342460/posts/default/2640979331253598115'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seputar-sehat.blogspot.com/2007/07/seputar-khitan.html' title='Seputar Khitan'/><author><name>saya Wiwin Pratiwanggini,</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_aLsXelqpk2o/TPpmuqtvNwI/AAAAAAAAAFk/1Gnnfw6IIhI/S220/foto-manager.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4490031548544342460.post-7766015949693119702</id><published>2007-07-22T22:21:00.000-07:00</published><updated>2007-07-22T22:28:16.931-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='botulisme'/><title type='text'>Botulisme</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;DEFINISI&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Botulisme adalah suatu keadaan yang jarang terjadi dan bisa  berakibat fatal, yang disebabkan oleh keracunan toksin (racun) yang  diproduksi oleh &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Clostridium botulinum&lt;/span&gt;. Toksin ini adalah racun yang  sangat kuat dan dapat menyebabkan kerusakan saraf dan otot yang berat. Karena  menyebabkan kerusakan berat pada saraf, maka racun ini disebut  neurotoksin.&lt;br /&gt;Terdapat 3 jenis botulisme, yaitu :&lt;br /&gt;- Foodborne botulism,  merupakan akibat dari mencerna makanan yang tercemar&lt;br /&gt;- Wound botulism,  disebabkan oleh luka yang tercemar&lt;br /&gt;- Infant botulism, terjadi pada anak-anak,  karena mencerna makanan yang tercemar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;PENYEBAB&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bakteri Clostridium  botulinum memiliki bentuk spora. Spora ini dapat bertahan dalam keadaan  dorman (tidur) selama beberapa tahun dan tahan tehadap kerusakan. Jika  lingkungan di sekitarnya lembab, terdapat cukup makanan dan tidak  ada oksigen, spora akan mulai tumbuh dan menghasilkan toksin. Beberapa  toksin yang dihasilkan Clostridium botulinum memiliki kadar protein yang  tinggi, yang tahan terhadap pengrusakan oleh enzim  pelindung usus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika makan makanan yang tercemar, racun masuk ke dalam  tubuh melalui saluran pencernaan, menyebabkan &lt;span style="font-style: italic; color: rgb(255, 153, 0);"&gt;foodborne botulism&lt;/span&gt;. Sumber  utama dari botulisme ini adalah makanan kalengan.&lt;br /&gt;Sayuran, ikan, buah dan  rempah-rempah juga merupakan sumber penyakit ini. Demikian juga halnya dengan  daging, produki susu, daging babi dan unggas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 0);"&gt;Wound botulism&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;terjadi jika  luka terinfeksi oleh Clostridium botulinum. Di dalam luka ini, bakteri  menghasilkan toksin yang kemudian diserap masuk ke dalam aliran darah dan  akhirnya menimbulkan gejala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(255, 153, 0);"&gt;Infant botulism&lt;/span&gt; sering terjadi pada bayi  berumur 2-3 bulan. Berbeda dengan foodborne botulism, infant botulism tidak  disebabkan karena menelan racun yang sudah terbentuk sebelumnya. Botulisme  ini disebabkan karena makan makanan yang mengandung spora, yang kemudian  tumbuh dalam usus bayi dan menghasilkan racun. Penyebabnya tidak  diketahui, tapi beberapa kasus berhubungan dengan pemberian  madu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Clostridium botulinum banyak ditemukan di lingkungan dan banyak  kasus yang merupakan akibat dari terhisapnya sejumlah kecil debu atau  tanah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;GEJALA&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gejalanya terjadi tiba-tiba, biasanya 18-36 jam setelah  toksin masuk, tapi dapat terjadi 4 jam atau paling lambat 8 hari setelah  toksin masuk. Makin banyak toksin yang masuk, makin cepat seseorang akan  sakit. Pada umumnya, seseorang yang menjadi sakit dalam 24 jam setelah  makan makanan yang tercemar, akan mengalami penyakit yang sangat  parah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gejala pertama biasanya berupa mulut kering, penglihatan ganda,  penurunan kelopak mata dan ketidakmampuan untuk melihat secara fokus terhadap  objek yang dekat. Refleks pupil berkurang atau tidak ada sama  sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada beberapa penderita, gejala awalnya adalah mual, muntah,  kram perut dan diare. Pada penderita lainnya gejala-gejala saluran  pencernaan ini tidak muncul, terutama pada penderita &lt;span style="font-style: italic;"&gt;wound  botulism&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penderita mengalami kesulitan untuk berbicara dan  menelan. Kesulitan menelan dapat menyebabkan terhirupnya makanan ke dalam  saluran pernafasan dan menimbulkan pneumonia aspirasi. Otot lengan,  tungkai dan otot-otot pernafasan akan melemah. Kegagalan saraf terutama  mempengaruhi kekuatan otot.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada 2/3 penderita &lt;span style="font-style: italic;"&gt;infant botulism&lt;/span&gt;,  konstipasi (sembelit) merupakan gejala awal. Kemudian terjadi kelumpuhan pada  saraf dan otot, yang dimulai dari wajah dan kepala, akhirnya sampai ke  lengan, tungkai dan otot-otot pernafasan. Kerusakan saraf bisa hanya  mengenai satu sisi tubuh. Masalah yang ditimbulkan bervariasi, mulai dari  kelesuan yang ringan dan kesulitan&lt;br /&gt;menelan, sampai pada kehilangan ketegangan  otot yang berat dan gangguan pernafasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;DIAGNOSA&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada &lt;span style="font-style: italic;"&gt;foodborne  botulisme&lt;/span&gt;, diagnosis ditegakkan berdasarkan pola yang khas dari gangguan  saraf dan otot. Tetapi gejala ini sering dikelirukan dengan penyebab lain  dari kelumpuhan, misalnya stroke. Adanya makanan yang diduga sebagai sumber  kelainan ini juga merupakan petunjuk tambahan. Jika botulisme terjadi pada 2  orang atau lebih yang memakan makanan yang sama dan di tempat yang sama, maka  akan lebih mudah untuk menegakkan diagnosis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk memperkuat  diagnosis, dilakukan pemeriksaan darah untuk menemukan adanya toksin atau  biakan contoh tinja untuk menumbuhkan bakteri penyebabnya. Toksin juga  dapat diidentifikasi dalam makanan yang dicurigai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Elektromiografi  (pemeriksaan untuk menguji aktivitas listrik dari otot) menujukkan kontraksi  otot yang abnormal setelah diberikan rangsangan listrik. Tapi hal ini tidak  ditemukan pada setiap kasus botulisme.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diagnosis &lt;span style="font-style: italic;"&gt;wound botulism&lt;/span&gt; diperkuat  dengan ditemukannya toksin dalam darah atau dengan membiakkan bakteri dalam  contoh jaringan yang terluka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ditemukannya bakteri atau toksinnya dalam  contoh tinja bayi, akan memperkuat diagnosis &lt;span style="font-style: italic;"&gt;infant  botulisme&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;PENGOBATAN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penderita botulisme harus segera dibawa ke rumah  sakit. Pengobatannya segera dilakukan meskipun belum diperoleh hasil  pemeriksaan laboratorium untuk memperkuat diagnosis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk  mengeluarkan toksin yang tidak diserap dilakukan:&lt;br /&gt;- perangsangan muntah&lt;br /&gt;-  pengosongan lambung melalui lavase lambung&lt;br /&gt;- pemberian obat pencahar untuk  mempercepat pengeluaran isi usus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahaya terbesar dari botulisme ini  adalah masalah pernafasan. Tanda-tanda vital (tekanan darah, denyut nadi,  frekuensi nafas dan suhu) harus diukur secara rutin. Jika gangguan  pernafasan mulai terjadi, penderita dibawa ke ruang intensif dan dapat  digunakan alat bantu pernafasan. Perawatan intensif telah mengurangi angka  kematian karena botulisme, dari 90% pada awal tahun 1900 sekarang menjadi  10%. Mungkin pemberian makanan harus dilakukan melalui  infus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemberian antitoksin tidak dapat menghentikan kerusakan, tetapi  dapat memperlambat atau menghentikan kerusakan fisik dan mental yang  lebih lanjut, sehingga tubuh dapat mengadakan perbaikan selama beberapa  bulan. Antitoksin diberikan sesegera mungkin setelah diagnosis  ditegakkan. Pemberian ini pada umumnya efektif bila dilakukan dalam waktu 72  jam setelah terjadinya gejala. Antitoksin tidak dianjurkan untuk diberikan  pada bayi, karena efektivitasnya pada infant botulism masih belum  terbukti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;PENCEGAHAN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Spora sangat tahan terhadap pemanasan dan dapat  tetap hidup selama beberapa jam pada proses perebusan. Tetapi toksinnya dapat  hancur dengan pemanasan, Karena itu memasak makanan pada suhu 80ï¿½ Celsius  selama 30 menit, bisa mencegah &lt;span style="font-style: italic;"&gt;foodborne botulism&lt;/span&gt;. Memasak makanan  sebelulm memakannya, hampir selalu dapat mencegah terjadinya foodborne  botulism. Tetapi makanan yang tidak dimasak dengan sempurna, bisa menyebabkan  botulisme jika disimpan setelah dimasak, karena bakteri dapat menghasilkan  toksin pada suhu di bawah 3ï¿½ Celsius (suhu lemari  pendingin).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penting untuk memanaskan makanan kaleng sebelum disajikan.  Makanan kaleng yang sudah rusak bisa mematikan dan harus dibuang. Bila  kalengnya penyok atau bocor, harus segera dibuang. Anak-anak dibawah 1  tahun sebaiknya jangan diberi madu karena mungkin ada spora di  dalamnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Toksin yang masuk ke dalam tubuh manusia, baik melalui saluran  pencernaan, udara maupun penyerapan melalui mata atau luka di kulit, bisa  menyebabkan penyakit yang serius. Karena itu, makanan yang mungkin sudah  tercemar, sebaiknya segera dibuang. Hindari kontak kulit dengan penderita  dan selalu mencuci tangan segera setelah mengolah makanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber: &lt;a href="http://groups.yahoo.com/group/sehat"&gt;milis Sehat&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4490031548544342460-7766015949693119702?l=seputar-sehat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://seputar-sehat.blogspot.com/feeds/7766015949693119702/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4490031548544342460&amp;postID=7766015949693119702' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4490031548544342460/posts/default/7766015949693119702'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4490031548544342460/posts/default/7766015949693119702'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seputar-sehat.blogspot.com/2007/07/botulisme.html' title='Botulisme'/><author><name>saya Wiwin Pratiwanggini,</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_aLsXelqpk2o/TPpmuqtvNwI/AAAAAAAAAFk/1Gnnfw6IIhI/S220/foto-manager.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4490031548544342460.post-7733508228431782098</id><published>2007-07-12T01:28:00.000-07:00</published><updated>2007-07-12T03:13:06.008-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Glenn Doman'/><title type='text'>Metode Glenn Doman</title><content type='html'>Subject: [sehat] REPOST: Metode Glenn Doman&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dear sps,..kebetulan  pertengahan tahun yang lalu,. pernah dibahas dimilis ini juga tentang metode  glen doman ini,, disitu juga sudah dijelaskan panjang lebar oleh ibu julia  dan ada beberapa sharing dari sps,..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mudah2an bisa memberikan informasi  yang seimbang buat kita dalam mengasuh dan mendidik anak..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;buat sps  lama,.. sori yaa...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;oh iya satu lagi.. kalo sps tertarik dengan metode  flash card,...kalo ga salah di web sehat ada lho flashcard,.. jadi sps  tinggal print aja (lebih bagus kalo printer-nya berwarna).. trus bisa  ditempel di karton or dilaminating..jadi bisa lumayan irit biaya..  (thanks banget niih samabundanya simamat..  hehehe...(&lt;br /&gt;&lt;div class="ygrp-content"&gt;&lt;br /&gt;rgds,&lt;br /&gt;-yuli-&lt;br /&gt;mamabumi&lt;br /&gt;=========&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PERTANYAAN:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dear  Dr. Wati &amp; SPs?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mau numpang tanya mengenai metode membaca sambil  bermain "Metode Glenn Doman"?apakah para SPs ada yang punya pengalaman  mengenai metode ini ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya ditawari seminar "Bagaimana Mengajar Balita  Membaca Sambil Bermain" pembicaranya : Irene F. Mongkar , Penyelenggaranya :  PT Tigaraksa Satria (maaf nyebut nama).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum daftar mau konsultasi  dulu ke milis? siapa tau ada yang bisa kasih masukan mengenai penting hal  ini, karena pada dasarnya saya tertarik? tapi takut salah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mohon  sharingnya ya Dok? dan SP juga tentunya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terima Kasih.&lt;br /&gt;Bunda  Kayla.&lt;br /&gt;============&lt;wbr&gt;=&lt;br /&gt;TANGGAPAN:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang aku inget dari metoda ini  adalah, jangan mengajari anak membaca dengan memperkenalkan huruf. Jadi kita  memperkenalkan tulisan AYAH itu bacanya "ayah" kemudian tulisan BUNDA itu  bacanya bunda dan bukan dieja AYAH itu terdiri dari huruf A, Y, A, dan H.  Caranya dengan membuat tulisan di karton besar (ukuran 20 x 60 cm, kira-kira)  kemudian setiap hari sambil bermain anak-anak diperkenalkan dengan  huruf-huruf itu sambil bicara. Misalnya saat flashcard-nya bertulisakan AYAH  maka yg ngajarin bilang ayah, trus 5 detik ekmudian ganti dengan flashcard  yg lainm begitu seterusnya. Beberapa waktu yg lalu saya sempat meihat di  NGC beberapa waktu yg lalu (yg membahas ttg metoda ini)  diperlihatkan&lt;br /&gt;seorang ibu yg giat "mengajari" anaknya dengan memperlihatkan  gambar-gambar pesawat tempur dan jenis batu-batu. Selang beberapa  tahun kemudian sang anak dites dengan menggunakan flashcard yg dulu  digunakan ibunya ternyata sang anak tidak kenal sama sekali gambar-gambar  yg ditunjukkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rina rinso&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;============&lt;wbr&gt;==&lt;br /&gt;Mbak Yulia  bundanya Kayla,&lt;br /&gt;Kalau boleh aku berbagi cerita niii...&lt;br /&gt;terus terang aja,  aku tuh gak percaya dah sama metode2 kayak ginian...,buatku hanyalah suatu  taktik marketing (apalagi kalo gak salah PT Tigaraksa ini jualan buku yg  muahal2 banget kan yah??), and kenapa yah "jualan" yang kayak ginian selalu  marak di Indo, tapi disini gak ngeblooming tuh.. Buatku metode paling tokcer  mau ngajarin balita/anak membaca yah baca buku sama2. Tanamkan cinta membaca  sejak dini, kalau gak ditanamkan cinta membaca lah percuma aja toh, banyak  anak yang sudah bisa membaca tapi males baca, malah lebih milih main  playstation or game boy..;o).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mau sharing aja.. Mamatku (3tahun 7 bulan)  sudah bisa membaca simple words (3-4 huruf misalnya cat, dog, dad, shut, door  etc)dan tau phonics dari tiap alphabet (a = ah, b= buh, c=keh..etc)dan  konsonan sh, ch.&lt;br /&gt;Terus terang aja aku gak pernah ngajarin secara special set  time. Aku sama bapaknya membacakan dia buku dari masih newborn banget... apa  aja deh gak cuma buku bacaan bayi... kadang catalog  belanjaan/supermark&lt;wbr&gt;et jadi sasaran juga hehehe..(kalo bapae si mamat  emang doyan baca buku banget, kalo emake si mamat demennya catalog  toko..heheh) sambil mangku si Mamat yang masih bayi banget saat itu, sambil  ngeliat catalog supermarket trus aku bilang"&lt;br /&gt;wah Mat, jeruknya lebih murah  nih disini (sambil tunjuk gambar jeruk)" sampe suka diledek emaknya mau  menularkan hobi belanja ke anaknya hehehe.. Dari dia lahir hingga saat ini  tiap malam aku/bapaknya sebelum dia tidur selalu baca buku, sambil baca kita  point satu persatu kata2nya, trus sebelum balik  ke halaman selanjutnya, kita  tanya tuh seputar cerita yang kita baca, dan juga suruh dia tunjuk  gambarnya.. misalnya kalo lagi baca buku si Spot the dog, kita tanya "Spot  mana?" atau "Spot tuh binatang apa?" , or "Spot lagi ngapain?" Kami ngelakuin  ini bukan hanya untuk menanamkan dia jadi cinta membaca tapi juga melatih dia  untuk konsentrasi dan menyimak/mengerti apa yang dibacakan. Ke library pun  merupakan acara ritual tiap minggu.. Mamat sekarang hobi banget ke library,  dia udah bisa pilih buku mana yang dia mau pinjam dan tentunya dia tahu  banget harus look after itu buku properly karena minjam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena tiap  hari kita selalu membacakan buku, akhirnya mendorong dirinya dia untuk bisa  membaca sendiri. Buku favorite pertamanya adalah buku picture dictionary.  Pengenalan dia pertama dengan huruf, aku belikan dia poster A-Z yang ada  gambarnya misalnya A for Apple, B for Ball.. etc. Trus dia sendiri yang tanya  ini huruf apa? baru deh sambil nyanyi lagu abc aku tunjuk hurufnya satu  persatu.Selain pengenalan huruf aku merasa pengenalan akan bunyi huruf  tersebut sangatlah penting (apalagi dalam bahasa inggris yang nama huruf  dengan bunyinya beda).Karena dia sudah tahu semua bunyi huruf, akhirnya  mendorong dia untuk mengeja dan merangkai bunyi satu persatu hingga pada  akhirnya dia bisa membaca simple word. Inget banget, pertama kali kata yang  dia baca adalah CAR. Saat itu kita lewat car park ada sign gede "CAR PARK"  (tanpa gambar mobil tentunya) trus dia sambil tunjuk dia bilan "mummy, C-A-R  spell car!" kaget campur seneng tentunya aku, trus aku tanya lagi, and dia  bilang "keh (C)-ah (A) -er (R).. car!!" wah langsung deh ta cium and tentunya  kasih pujian. Sejak saat itu dia semangat banget buat belajar baca.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Soal  buku... gak perlu beli buku yang muahal2 koq... or mbak bisa bikin sendiri  juga bukunya (jadi deh special book apalagi bikinnya sama2 dengan Kayla)..  misalnya ditempelin fotonya mbak trus ditulis "ini bunda" lalu fotonya Kayla  "ini Kayla", etc.. trus bikin cerita sendiri dehh ;o)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ok deh.. sorry  banget kalau kepanjangan and gak  berkenan..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;regards,&lt;br /&gt;Shereen&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;============&lt;wbr&gt;====&lt;br /&gt;Waaahh...Shereen.&lt;wbr&gt;..bagus  juga tuh metode pembelajaran ala "Shereen' simple, murah dan mudah  dimengerti..&lt;wbr&gt;dan idenya untuk membuat buku belajar membacanya sangat  bagus sekali... Saya justru lebih setuju jika para orang tua menerapkan pola  pembelajaran dengan metode yang Shereen  terapkan...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PAPARAFI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;============&lt;wbr&gt;===&lt;br /&gt;halo, sy Martha, mama  Kezia (2th). Wah yg beginian rupanya lagi booming dimana-mana. Sy pikir cm di  Sby aja. Sampe2 pesat4jatim jd kalah pamor (hiks..sedih)&lt;wbr&gt;.Sekarang ortu  berlomba2 membuat anaknya genius (weleh...weleh)&lt;wbr&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Metode mengajar  anak membaca ala Glenn Doman sudah pernah sy ikuti. Bukan latah. Bener. Tapi  kok ya penasaran aja. Kayak apa sih? Pembicaranya adalah beliaunya sendiri  pengikut Glen Doman di Indo yg notabene pernah mengikuti beberapa pelatihan  di sekolah Glenn Doman sono di Philadelphia. Malah sy mengikuti workshopnya  seharga 300rb (plus buku) yg dimulai dr jam 9 pagi sampai 7 malam. Metodenya  mmg seperti yg dijelaskan oleh mbak Rina. Plus diajarkan jg cara membuat  flashcard tsb. Dari jam ke jam sy ikuti, aduh...(maaf) tidak ada sesuatu yg  baru yg sy dapat. Apalagi tidak mengacu pada satu teori baku yg  reliabilitas&amp;&lt;wbr&gt;validitas nya sdh teruji (maksud saya mis. berdasar pd  teori psikologi y.i tahap perkembangan bahasa).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika ada peserta yg  bertanya:"Loh, bu. Kita hanya memberikan/mengajar&lt;wbr&gt;kan  flashcard ini tanpa  boleh menguji anak (ga boleh ngulang yg kita ajarin dengan mis:hayo ini apa  ya?) darimana kita tau bahwa metode ini berhasil?"&lt;br /&gt;Sang narasumber menjawab  (dgn setgh tertawa):"Ya darimana-mana (waduh).Ya pokoknya kita ajarin aja.  Kan nggak susah kita cuma butuh beberapa menit aja.Lebih baik diberikan  daripada tidak samasekali..&lt;wbr&gt;.bla...bla(&lt;wbr&gt;membeberkan  pengalamannya)&lt;wbr&gt;."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disela-sela memberikan presentasinya beliau membawa  buku2 yg muahal2 itu dan mempromosikannya. "Kalo yg ini segini, isinya bagus  bgt...bla...&lt;wbr&gt;bla...Coba kalau anak kita sejak dini uda kita ajarkan  dgn....bla..&lt;wbr&gt;.bla..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oiya, beliau juga membawa paket flshcard utk  dijual seharga ratusan ribu /paketnya. Pdhl hanya cetakan tulisan berwarna  merah tanpa gbr. Sy tertegun. Sementara dosen sy pernah berbagi cerita kl  beliau ditegur oleh guru anaknya yg baru msk SD karena anaknya belum bisa  membaca. Krn dosen sy ini psikolog ya pasti dia punya alasan kuat utk itu.  Masa TK kan masa bermain &amp; bermain &amp;amp; bermain. Jd tidak perlulah  ngotot hrs bisa baca (tp kurikulum ya yg mengharuskan begitu. Kali perlu  direvisi ya?he). Toh pd akhirnya beberapa saat stlh diajarkan anak dosen sy  ini bisa lancar membaca. Kembali ke workshop yg sy ikuti. Ketika beranjak  sore, sy msh mencoba bertahan&amp;berharap mungkin nanti ada materi yg lebih  penting yg akan diberikan.Tp toh sama sj cm penawaran2 buku. Dann...ketika  waktu sdh menunjukkan pukul 5.30 pm sy sudah nggak tahan.Sy  bergegas pulaaaaang.Kepalasu&lt;wbr&gt;dah mau EXPLODE.Setengah kesal sy injak  pedal gas kenceng2 berharap bisa sgr nemui Kezia yg agak demam wkt  itu.&lt;br /&gt;Yaa bukannya percaya tidak percaya atau berusaha memberi judgement pd  pihak tertentu, tp mungkin bapak/ibu bisa mengambil hikmah dr pengalaman  sy. Biarkan anak-anak menikmati masa bermainnya, jingkrak-jingkrak,  nyanyi,...dsb.&lt;wbr&gt;.tidak usahlah dipaksakan harus bisa ini dan itu. Semua  kan ada masanya. Jgn dijejali melulu.Beri mrk fun jgn kejenuhan. Jgn  menciptakan2 robot2.Belajar sambil bermain sgt tdk maslah tp tidak  usah memaksa. Apalagi menuntut tinggi2 outcome dr yg kita ajarin. Ajarkan  sesuai tahap perkembangannya&amp;amp;&lt;wbr&gt;jgn paksakan, shg anak2 kita nantinya  bisa tumbuh matang, ceria, dan kreatif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maaf  kepanjangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam,&lt;br /&gt;martha sitompul&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;==========&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dear  Bapak Ibu,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengajarkan membaca anak terlebih anak batita, maksudnya bukan  mengajarkan membaca seperti kalau kita mengajarkan anak sekolah. Mengajarkan  membaca batita bisa dicari bacaannya di Webnya Zero to Three org, maksudnya  kita memperkenalkan pada anak bahwa di dunia ini ada kegiatan membaca dengan  cara melatih perilakunya agar ia siap menghadapi kegiatan membaca kelak.  Misalnya saja beri ia buku penuh gambar (bukan tulisan), lalu ajak ia  bagaimana caranya memperlakukan buku, yaitu buku di taruh dimukanya, lalu  lembar demi lembar dibuka. Bukan diuwel uwel apalagi dikunyah kunyah, atau  dijejer jadi mobil-mobilan. Dari mana lembaran bisa dibuka, dan bagaimana  kita mengajaknya menunjuk gambarnya. Lalu bercerita tentang gambar itu.  Hal seperti ini juga akan memperkaya wawasannya. Misalnya ada gambar  buah-buahan yang setiap harinya dimakan. Mainan dan alat-alat yang setiap  hari digunakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika ia sudah bisa berkonsentrasi mengikuti cerita  (sekitar 2,5 tahun) barulah kita mulai mengajaknya membaca, tetapi bukan ia  disuruh membaca, tapi mendengarkan cerita pendek sambil melihat  gambarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk bisa belajar, learning process (proses belajar) seorang  anak perlu menunggu berbagai hal tumbuh kembangnya sampai mencukupi untuk  mendukung belajar membaca, menulis dan berhitung. Mengajar matematika pada  bayi kan nonsen?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika sejak bayi kita ketahui anak kita ternyata  mengalami gangguan perkembangan, nah itu harus kita perhatikan lebih ekstra  dan lebih hati-hati, karena ia mempunyai resiko mengalami gangguan belajar.  Berbagai tumbuh kembang yang tertinggal atau melenceng perlu kita  stimulasi perkembangannya, agar disaatnya seorang anak belajar betulan, ia  sudah siap. Contoh, kalau ia mengalami gangguan perkembangan motorik halus,  nah anak ini kita latih-latih agar&lt;br /&gt;motorik halusnya berkembang baik, agar  saat sekolah tangannya siap  untuk menulis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam,&lt;br /&gt;JM&lt;br /&gt;============&lt;wbr&gt;====&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sharing  aja nih..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setuju banget nihma Mbak Shereen n papa Rafi..&lt;br /&gt;Aku terrapin  ke Kavin 16,5 bln sama aja kok.. minimal sehari sekali ada acara baca buku  bareng? so, anak2 suka n ngerasa diperhatiin.&lt;wbr&gt;. Pake kartu2 semacam  flashcard pernah juga but kurang efektif buat Kavinku yg sukanya ke mana2..  but kalo sama buku2 cerita , VCD, or liat langsung di sekelilingnya suka  tuh.. bahkan skarang kalo ada buku pasti Kavin ambil n bilang.. "cita..cita"  maksudnya crita..crita.&lt;wbr&gt;. minta dicritain getu.. Now, Kavin juga  udah ngerti macem2 binatang, alat transportasi, macem org, kosakatanya  juga banyak dsb.. n yg aku bias dikit bang atuh kemajuan bicara Kavin lebih  dr anak2 sebayanya di komples aku..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Btw, setelah aku banyak belajar dr  berbagai seminar n berbagai milis or web2 metode pembelajaran anak yg tepat  adalah metode dr otunya sendiri? karna dr metode2 yg diungkapan para ahli tuh  gak smuanya bias ditrima oleh masing2 anak.. Ingat anak adalah pribadi yg  unik? so, sebagai ortu kita sih seharusnya ngerti metode yg cocok buat anak  masing2..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan aku tidak setuju dg metode yg diterpkan para ahli or  pakar..but, alangkah baik kita juga tau metode2 tsb tetapi untuk penerapannya  perlu disesuaikan dg kemauan n kemampuan anak.. Yg penting dlm mengajari  anak harus fun n tanpa paksaan.. kalo udah capek ya udah brenti.. yg perlu  lagi juga konsisten dlm mempelajari sesuatu n perlu juga kompak dengan org2  di sekitar anak? biar anaknya gak bingung.. Kalo perlu punya buku khusu  buat nyatet perkembangan anak.. so, kita nantinya bias gampang mereview apa  yg udah kita jarkan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ok deh happy parenting yah..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Uci  mamaKavin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;============&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dear semuanya,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Metoda ini sudah  seliweran bertahunan di milis-milis, tanpa ada yang protes. kalau ada yang  protes, yang jualan marah dan ngajak "berkelahi".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk bisa tahu apakah  metoda ini bermanfaat atau tidak, seharusnya kita mempelajari saja pola  tumbuh kembang dan prinsip prinsip perkembangan otak dari sumber yang baik.  Saya anjurkan sumber yang baik adalah: dari Zero To Three org. &lt;a title="http://www.zerotothree.org/ztt_parents.html" href="http://www.zerotothree.org/ztt_parents.html"&gt;http://www.zerototh&lt;wbr title="http://www.zerotothree.org/ztt_parents.html"&gt;ree.org/ztt_&lt;wbr title="http://www.zerotothree.org/ztt_parents.html"&gt;parents.html. &lt;/a&gt;Selain ia  juga membahasa berbagai ilmu di luaran (masayarakat yang membingungkan saat  ini) betul atau tidak, mereka juga mengeluarkan majalah, buku-buku, dan ada  radio web yang bisa kita dengarkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sp's,&lt;br /&gt;Sebetulnya gak susah kok  dimana kita bisa berdiri kokoh mengasuh anak kita, tidak dibingungkan dengan  berbagai publikasi yang menyesatkan. Kalau saja kita selalu berpatokan bahwa  tumbuh kembang anak-anak selalu dipengaruhi oleh masalah nature biologis  (genetik) dan nurture pengasuhan. Nature biologis akan senantiasa menjadi  blue print anak itu tumbuh, dan nurture (pengasuhan) yang baik akan  memaksimalkan potensinya. Sehingga ia akan menjadi anak sebagaimana dirinya.  Bukan seperti yang dicita-citakan oleh kita yang justru cita-cita itu  seringkali menyimpang dari karakteristik dan pola tumbuh kembangnya, itu  kalau kita tidak memperhatikan nature biologisnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ambil contoh,  seperti halnya ingin membuat anak menjadi jenius dengan musik mozart yang  dipublish bisa meningkatkan sel sel otak tanpa batas. Itu kan engga mungkin  karena faktor genetik akan mengendalikan besar, pola dan kecepatan tumbuh  kembang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Glenn Doman dari Human Potensial Institute adalah seorang  pencipta ide dari kelompok yang justru tidak melihat faktor nature biologis.  Sehingga sajian materinya selalu menggiurkan. Mereka, dengan caranya mencoba  seorang anak mempunyai memori yang hebat,memori yang tahan lama (long term  tanpa bisa hilang lagi), detil dan tepat, memori fotografis namanya. Itu tah  engga normal. Seseorang yang mempunyai memori demikian, sebetulnya akan  menjadi anak yang sangat sulit dalam hidupnya. Saya sudah banyak mendongeng  tentang  memori fotografis di blog ini.&lt;br /&gt;&lt;a title="http://si-entong.blogspot.com/2004/08/memori-fotografis-1.html" href="http://si-entong.blogspot.com/2004/08/memori-fotografis-1.html"&gt;http://si-entong.&lt;wbr title="http://si-entong.blogspot.com/2004/08/memori-fotografis-1.html"&gt;blogspot.&lt;wbr title="http://si-entong.blogspot.com/2004/08/memori-fotografis-1.html"&gt;com/2004/&lt;wbr title="http://si-entong.blogspot.com/2004/08/memori-fotografis-1.html"&gt;08/memori-&lt;wbr title="http://si-entong.blogspot.com/2004/08/memori-fotografis-1.html"&gt;fotografis-&lt;wbr title="http://si-entong.blogspot.com/2004/08/memori-fotografis-1.html"&gt;1.html&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekalipun  anak itu jenius, memori fotografisnya akan hilang juga, karena ia mampu  berfikir kreatif dan analisis. Jika seorang anak yang mempunyai  memori fotografis tapi tidak diikuti dengan kemampuan kreativitas dan  analisis, ia akan menjadi anak tidak normal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi kita musti hati hati  ya Bapak Ibu...Kita curahkan waktu dan perhatian kita dalam pola tumbuh  kembang yang baik, dalam jalur normal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam,&lt;br /&gt;Julia Maria van  Tiel&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;============&lt;wbr&gt;==&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah..Si Ibu pakar udah muncul  nih?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Thx Mbak Jul? masukkan Mbak Jul sangat berarti buat aku.. terutama  setelah seminar online bebrapa wkt lalu di milis WRM (ingat gak yg  sampe benjol2.. n jd rame diskusinya gara2 per?an aku ttg metode pembelajaran  yg tepat bai baby..)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pokoke intinya yg fun2 aja dlm mendidik n  mengembangkan potensi anak? serius tapi santai gitu lah.. jangan terlalu  ngoyo dg ambisi/ego ortu secara pribadi? Sekali lagi ingat setiap anak tu  diciptakan secara unik.. gak bisa disamakan satu sama lain dlm hal pngasuhan  or pembelajaran.&lt;wbr&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;n ternyata ok menerapkan teori NATURE + NURTURE..  Kavin aku 16,5 bln jd lebih happy n lebih bisa bekembang sesuai minat n  kesukaannya.&lt;wbr&gt;... suka baca2 gambar n suka nyanyi (walo masih dikit kurang  jelas..)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam,&lt;br /&gt;Uci mamaKavin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;==========&lt;br /&gt;--- In &lt;a title="mailto:sehat@yahoogroups.com" href="mailto:sehat%40yahoogroups.com"&gt;sehat@yahoogroups.&lt;wbr title="mailto:sehat@yahoogroups.com"&gt;com&lt;/a&gt;, "ade" &lt;ade@a...&gt;  wrote:&lt;br /&gt;&gt; Ya, saya sependapat dengan mbak Intan dan mbak Heni.&lt;br /&gt;&gt;  Memang pola pembelajaran yang baik menurut saya adalah pola pembelajaran yang  diberikan oleh orang tuanya sendiri. Karena orang tuanyalah yang tahu  mengenai luar dalamnya si anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setuju pendapat Ibu Ade,&lt;br /&gt;Banyak saran  dalam pendidikan anak bahwa pendidikan/pengasuh&lt;wbr&gt;an itu perlu sesuai  dengan:&lt;br /&gt;- pola tumbuh kembangnya&lt;br /&gt;- kulturnya&lt;br /&gt;- logis dan  realis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan lupa (Mamakavin gak pernah lupa... he he) bahwa setiap anak  akan selalu membawa pengaruh dari nature-nya (genetik sebagai blue printnya)  dan nurture-nya (pola pengasuhan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika mau mendongengkan siapa Glenn  Doman, panjang dan menarik juga. Di Amerika ia dikelompokkan sebagai orang  yang melakukan quackery dan health fraudulent (penipuan dalam bidang  kesehatan), karena memperdagangkan programnya untuk menyembuhkan (katanya)  anak-anak cacat mental, mental retarded, dan brain damage (yang sebetulnya  long live disabilities yah!). Menurutnya bisa disembuhkan. Sehingga banyak  orang tua mengambil anaknya dari pendidikan sekolah khusus yang mengajarkan  kemandirian dan sosialisasi (menyiasati kemampuan si anak agar ia mampu  menyandang gangguan tsb dan mampu hidup di tengah-tengah masyarakat). Anaknya  dibawa ke Glenn Doman, tidak boleh sekolah karena harus ditreat 40 jam  seminggu (menyita waktu ya?). Hasilnya? Abusing terhadap mental anak menjadi  stress, waktu anak tersia-sia untuk mempelajari kemandirian, dan menyikat  habis duit orang tuanya, orang tuanya berkelahi kiri kanan dengan saudara,  dlst.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Glenn Doman sekarang sudah tua, usahanya diteruskan oleh putrinya  Jannet Doman tetapi tetap membawa nama bapaknya. Usahanya engga lagi ke  arah anak-anak cacat, tapi mengikuti trend terakhir menjadi The Prodigy  Makers (pembuat super baby jenius) dengan dasar teorinya yang justru  bertentangan dengan berbagai temuan ilmiah. Para The Prodigy Makers ini juga  selalu dicaci maki oleh berbagai fihak termasuk Zero to three org, karena  membuat bingung para orang tua dengan berbagai teorinya yang kelihatan ilmiah  tetapi ngawur. Lebih seru lagi kalau bisa membaca bukunya Edward F Zigler  dengan judul The First Three Years &amp; Beyonds. Disana banyak deh  ditampilkan berbagai masalah dan dilema pengasuhan anak batita. Rusuhnya  banyak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Munculnya The Prodigy Makers ini karena adanya program pemerintah  US Early Head Start yaitu penyantunan anak-anak berkebutuhan khusus (special  needs) dari keluarga miskin. Oleh pemerintah anak-anak ini diberi full  screening dan berbagai intervensi dini, maksudnya agar nanti saat usia 5  tahun ia sudah siap secara fisik dan psikis (mental, emosional, percaya diri  dlsb)&lt;br /&gt;masuk sekolah (school readiness). Tapi ide pemerintah ini  kemudian diplesetkan oleh kelompok The Prodigy Makers yang umumnya pedagang  program dan buku itu, untuk mengeruk duit para orang tua yang terkesima oleh  ide early intervention ( bukan cuma mulai bayi saja sasarannya, ibu-ibu  hamil juga jadi sasaran, disuruh pakai musik di perut, dibacakan buku cerita  dlsb) lalu dibohongin saja sekalian oleh mereka. Akhirnya ngetrend deh di  dunia. Lagian masak kita mau sih dibohongin orang Amerika itu? Datangnya  dari Amerika, dari negara maju, bukan berarti terus bener lho. Kalau sudah  banyak warning gitu, ya kita ini ngeh lah ya.... masak mau sih ikutan  ditipu. Lagipula negara kita sedang krismon gini... ee kok ya  tega...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di bawah ini ada worning dari Zero to  Three:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam,&lt;br /&gt;Julia Maria van Tiel&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ZERO TO THREE Response  to The Myth of the First Three Years&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A book entitled The Myth of the  First Three Years has been reported on by the news media and has created  confusion about the significance of the early years. ZERO TO THREE has  developed the following response to help put the book into perspective for  parents, policymakers, professionals and others who care about babies and  toddlers. As you will see, there is no myth about the importance of the first  three  years.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.zerotothree.org/ztt_professionals.html"&gt;www.zerotothree.&lt;/a&gt;&lt;wbr&gt;&lt;a href="http://www.zerotothree.org/ztt_professionals.html"&gt;org/ztt_professi&lt;/a&gt;&lt;wbr&gt;&lt;a href="http://www.zerotothree.org/ztt_professionals.html"&gt;onals.html&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The  Myth of the First Three Years, by John Bruer, is an attempt to redresssome  popular misconceptions about the importance to brain development of achild's  earliest experiences. The book is an extension of "Education and the Brain: A  Bridge Too Far," a scholarly article by Bruer that appeared in the November  1997 issue of Educational Researcher. Bruer, who is president of the James S.  McDonnell Foundation, which awards $18 million annually for biomedical, educational, and international projects, has no formal training in either  neuroscience or child development. But his "Bridge Too Far" article provided  an astute examination of the ways in which recent findings in neuroscience  have been blown out of proportion and used to imply that we know how to  increase the neural connections in a child's brain and ultimately, the  child's intelligence. Take the so-called "Mozart effect," for example,  the notion that playing classical music, especially Mozart, will boost a  child's IQ. This idea was popularized in the press and capitalized on  by entrepreneurs selling Mozart CDs for babies and parents, but it has no  clear&lt;br /&gt;foundation in science.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;However, in The Myth of the First Three  Years, a book written for a popular, mass audience, Bruer crosses his own  bridge and then burns it,taking his correct observation that the neuroscience  of early childhood is,in a sense, in its own infancy, and leaping to the  extreme conclusion thatwhat happens to a child in the early years is of  little consequence tosubsequent intellectual development. He also suggests  that intervening inthe lives of very young children at risk for poor outcomes  in school andadulthood will have little or no effect. Nothing could be  further from thetruth. We are particularly concerned that readers will come  away from this bookconfused about what babies need and what parents can do to  encouragedevelopmen&lt;wbr&gt;t, and&lt;br /&gt;that policymakers will see Bruer's argument as  an excuseto ignore the growing interest and demand for policies and services  that support babies, toddlers, and their families.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The Myth of  Boosting Baby's Brain&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ZERO TO THREE agrees with some of Bruer's  assertions. He is right thatscience has just begun to sort out how the  trillions of nerve cells in achild's brain are organized during the first  three years of life to allow achild to learn to talk, read, and reason. The  application of these new andexciting findings has sometimes been exaggerated,  particularly by themedia, or used inappropriately to make claims about  what parents,educators, and policymakers should or should not be  doing.Much of the confusion centers on the notion that the first three years  area "critical period," defined as a window of opportunity for laying  downcircuits in a child's brain or learning a particular set of skills  thatcloses irrevocably after a set amount of time. What we know  from earlyresearch is that critical periods exist in children only for  some verybasic capacities, such as vision, and to a lesser extent  for learninglanguage. For example, it has been well-documented that  young children canlearn a second language much more easily -- and often  with better pronunciation and grammar -- than can adolescents or adults. We  agree with Bruer that a child's brain is not even close to being completely  wired when the third candle on the birthday cake has been blownout. In fact,  brain research suggests the opposite conclusion:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Importantparts of the  brain are not fully developed until well past puberty, and thebrain, unlike  any other organ, changes throughout life. The human brain is capable of  learning and laying down new circuitry until old age. But thisdoes not mean  that the first three years are unimportant.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Why the Early Years Are So  Important.&lt;br /&gt;While scientists have so far only confirmed a few "critical  periods" in the development of the human brain, there is no doubt that the  first three years of life are critical to the growth of intelligence and  to latersuccess in adulthood. We know from rigorous psychological  and sociological research, and from compelling clinical experience, that  early childhood isa time when infants and toddlers acquire many of the  motivations and skills needed to become productive, happy adults. Curiously,  Bruer turns a blind eye to the immense and crucial social and emotional  development that begins during a child's first three years, which provides a  foundation for continued later intellectual development.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The  importance of the first three years is no myth, and parents and policymakers  must not be misled by Bruer's book. Following are a few examples that  underscore why and how a child's intellectual development rests on social and  emotional skills learned in the early years:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Development of  Trust&lt;br /&gt;Every person needs to learn to trust other human beings in order to  function successfully in society. It is crucial that this sense of  trustbegins to grow during the earliest years. While it is certainly possible  tolearn this later, it becomes much more difficult the older a child  gets.Years of living in an interpersonal environment that is  unresponsive,&lt;wbr&gt;untrustworthy, or unreliable is difficult to undo in later  relationships.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Trust grows in infancy in the everyday, ordinary  interactions between the child and the significant caregivers. A baby learns  to trust through the routine experiences of being fed when she is hungry, and  held when she is upset or frightened. The child learns that her needs will be  met, that she matters, that someone will comfort her, feed her, and keep her  warm and safe. She feels good about herself and about others. Children whose  basic needs are not met in infancy and early childhood often lack that sense  of trust, and have difficulty learning to believe in themselves or in others.  We know this from a multitude of scientific studies, including the research  of Alan Sroufe and Byron Egeland, at the University of Minnesota. In a long-  term study that followed infants through toddlerhood and into adulthood,  Sroufe and his colleagues found that when children were reared within  relationships they could count on, they had fewer behavior problems in school,  had more confidence, and were emotionally more capable of positive  social relationships.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Development of Self-Control&lt;br /&gt;From the time  a child begins to walk, we can see the progress she is making in mastering an  important skill: self-control. Babies do not comeinto the world knowing that  nobody likes it when they bite and hit, or grabtoys and food from them; they  need help from adults to understand thatthese impulses are not socially  acceptable. John Gottman, of the Universityof Washington,&lt;br /&gt;among others, has  demonstrated that children who get no help monitoring or regulating&lt;br /&gt;their  behavior during the early years, especiallybefore the age of three, have a  greater chance of being anxious,frightened, impulsive, and behaviorally  disorganized when they reach school. Further, these children are more likely  to rely on more violent or other intimidating means to resolve conflicts than  their peers who have successfully begun the long process of learning  self-control.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. The Source of Motivation&lt;br /&gt;Another pillar of  intellectual development and success in school is motivation. Infants and  toddlers develop this through day-to-day interactions with responsive  caregivers. Responding to the needs of the child is a powerful process that  builds confidence and an inner sense of curiosity. This motivates the child to  learn and has direct effects onsuccess in school. The more confident a child  is, the more likely she is totake on new challenges with  enthusiasm.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The Emotional Foundations of Learning&lt;br /&gt;Trust, self-control,  and motivation form the bedrock of a child's intellectual development.  Intelligence and achievement in school do notdepend solely on a young child's  fund of factual knowledge, ability to read or recite the alphabet, or  familiarity with numbers or colors. Rather,&lt;br /&gt;in addition to such knowledge and  skills, success rests on children, of whatever background, coming to school  curious, confident, and aware of what behavior is expected.  Successful children are comfortable seekingassistance, able to get along with  others, and interested in using their knowledge and experience to master  new challenges.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bruer is right that there is no magic bullet for  making kids smart. But by erroneously focusing exclusively on intellectual  achievement, he fails torecognize that all aspects of development affect one  another, and that children cannot learn or display their intelligence as well  if they&lt;br /&gt;have not developed emotionally and socially. The task for parents  and other caregivers who want their children to succeed in school is not  to force development. Rather, it is to try to ensure&lt;br /&gt;that the  moment-to-momenteve&lt;wbr&gt;nts of daily life give babies and toddlers the sense  of security,encouragem&lt;wbr&gt;ent, and confidence that are the foundation  of emotional health. It is this that will ultimately allow them to learn  at home, in school andthroughout life.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dangers of the Book&lt;br /&gt;We are  concerned that readers will draw the wrong conclusions. Many parents are  likely to be confused by Bruer's message, which contradicts what they may know  instinctively about the importance of the first three years. The book may let  other parents off the hook -- particularly those parents who aren't willing  or able to devote the time and attention that is needed to provide a  nurturing environment for babies and toddlers.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Moreover, some parents  will be offended by Bruer's assertion that "mothers who behave in acceptable  American middle-class fashion tend to have securely attached children. The  challenge is to get more non-complying, &lt;wbr&gt;mostly minority and  disadvantaged, mothers to act in this way." We know that there are plenty of  poor, minority parents doing a marvelous job of raising their children in  securely attached relationships. Whether by design or accident, Bruer  stigmatizes minority racial and ethnic groups by defining them as the  exception to the rule. And just what is "acceptable American  middle-class" parenting? We know of no such thing as a homogeneous approach  to parenting and attachment.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Policymakers may come away from Bruer's  book with the misconception that efforts to help young children are a waste  of money and time. Indeed, it appears that this may be Bruer's intent. For  example, he attacks the very modest funding provided for such programs as  Early Head Start, a desperately needed initiative that is a drop in the  bucket relative to other government programs. Early Head Start was conceived  on the basis of ample evidence for&lt;br /&gt;the value of early intervention --  evidence that was gathered long before the hoopla began over neuroscience,  but that Bruer conveniently omits from his book.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pioneering work  done in the 1970s by Sally Provence, at the Child Study Center at Yale  University provides just one example. Over a period of several years,  Provence studied two groups of families with young children who were at risk  for poor outcomes in school and adulthood. One group was offered free medical  care and high quality day care, which included help in learning to be more  responsive parents. The other group received no assistance. Provence found  that when the children of both groups reached school age, those who received  help missed far less school than the others, were able to learn and retain  information more easily, and were more motivated. Their families had fewer  children and the births were spaced&lt;br /&gt;farther apart.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Efforts to help all  children achieve the basic skills of trust, motivation,and self-control  needed for later intellectual and emotional development should not be aimed  at creating super-babies, or giving anxious parents one more thing to worry  about, or over ambitious parents one more reason to push their children.  Our aim should be to ensure that all children reach school age with a solid  foundation for learning and relating to others, and that all parents know  what they can do to help their children develop. In the last decade, the  United States has made important progress in recognizing the needs of young  children. Businesses have made efforts to create&lt;br /&gt;family-friendly policies.  Government has made efforts to provide services to families. Parents are  increasingly interested in how best to encourage and prepare their children.  Taking to heart many of the negative messages of  The Myth of the First Three  Years can only set back those efforts. Our nation's youngest citizens deserve  better.&lt;br /&gt;------------&lt;wbr&gt;---------&lt;wbr&gt;---------&lt;wbr&gt;---------&lt;wbr&gt;---------&lt;wbr&gt;---------&lt;wbr&gt;-&lt;br /&gt;------------&lt;wbr&gt;---------&lt;wbr&gt;---------&lt;wbr&gt;---------&lt;wbr&gt;---------&lt;wbr&gt;---------&lt;wbr&gt;-&lt;br /&gt;Readiness  and Relationships ? Issues in Assessing Young Children, Families, and  Caregivers&lt;br /&gt;By Samuel J. Meisels&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;School readiness has become a near  obsession in this country. Although no agreed-upon definition of readiness  exists, children are now being asked to take standardized "readiness" tests  as early as the beginning of first grade. This obsession with readiness has  even gone below preschool and kindergarten. Recent years have witnessed an  explosion of interest in infants' developing brains. Books and magazines are  filled with information on how to "grow the best brains possible." Though  some of this information is quite good, these publications fuel the view that  infants' brains are essentially moldable as long as you intervene early  enough, and that if you don't intervene early enough, you've missed the  boat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The critics of this interpretation of brain research complain that  brain development is not over at age three, and they are correct. However,  that does not free us from an obligation to nurture, support, and seek to  advance the development of children during those years. What we do during the  first three years is extremely important, even though much more growth  and development is still to come.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;An essential element of good  practice in the first three years is assessment. Assessment should give a  picture of the whole child, not just splinter skills and milestones, and it  should help to differentiate and expand parents' and providers' perception of  their babies. In early childhood, assessment is not the same thing as  testing. Assessment should engage us in a process of ongoing discovery. It  should be viewed as a collaborative process of observation and analysis that  involves formulating questions, gathering information, sharing observations,  and making interpretations to form new questions.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Functional  Assessment&lt;br /&gt;What does an assessment like this look like at a practical level?  My colleagues and I make two assumptions in our work on new assessment  tools. The first is that skills and behaviors that have functional  applications should be the centerpiece of early intervention. A second is  that positive relationships between infants and their primary care providers,  both within and outside the family, advance development most effectively. In  short, our overall purpose is to enhance relationships by strengthening  infant/toddler competence and increasing parental and caregiver knowledge,  information, and skills. We can do this through functional  assessments.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Functional assessments focus on everyday, naturally  occurring behaviors that are easily recognizable. In a functional approach,  children do not have to score at a certain level or exhibit a certain type of  behavior to achieve a certain acceptable score. Instead, we're trying to help  parents and caregivers appreciate children's abilities in the first three  years of life and think about how that relates to a whole range of other  developmental indicators.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Functional assessments help families and  service providers set goals. They also enable families and providers to work  together to document accomplishments and identify areas in need of further  development. This type of assessment provides a vehicle for families and  service providers to learn to observe the child and contribute to the  evaluation of his or her growth.&lt;br /&gt;It links intervention with assessment,  programs with families, and families with young children's developing  competence.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Returning to school readiness, we must begin to think of  readiness as much more than a few skills seen in the first few weeks of  kindergarten. Consistent with ZERO TO THREE's "Heart Start Indicators"  described in the 1992 Head Start Report, The Emotional Foundations of School  Readiness, the characteristics that equip children to come to school with  knowledge of how to learn include confidence, curiosity, intentionality,  self-control, and the ability to relate, communicate, and cooperate. To  attain these readiness skills, children need a sense of self that can only be  developed over time and through interactions with trustworthy and caring  adults. We believe that functional assessments can contribute to these kinds  of relationships.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;We have reached a critical moment in the life of Head  Start. Besieged by those who advocate a downward extension of K?12 testing  practices, Early Head Start must remain strong in its commitment to children,  families, and communities. It must remain committed to maximizing meaning in  all aspects of its activities, and particularly in assessment. If we can use  assessment data to enhance the child' s primary context? the family? then we  will have engaged in something meaningful?somethin&lt;wbr&gt;g that will open  the doors to lifelong learning for untold numbers of children.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sam  Meisels is Professor of Education at the University of Michigan-&lt;br /&gt;Ann Arbor.  T: 734-763-7306, E: smeisels@...&lt;wbr&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;============&lt;wbr&gt;==&lt;br /&gt;Selamat  sore sp's&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sekedar share aja....&lt;br /&gt;karena saya penasaran dengan  kecerdasan beliau (Prof. Ken Soetanto) yang menyabet gelar profesor dan empat  doktor&lt;br /&gt;(&lt;a title="http://tn85.blogsome.com/2005/07/01/profesor-ken-soetanto-arek-suroboyo-peraih-empat-doktor-di-jepang/" href="http://tn85.blogsome.com/2005/07/01/profesor-ken-soetanto-arek-suroboyo-peraih-empat-doktor-di-jepang/"&gt;http://tn85.&lt;wbr title="http://tn85.blogsome.com/2005/07/01/profesor-ken-soetanto-arek-suroboyo-peraih-empat-doktor-di-jepang/"&gt;blogsome.&lt;wbr title="http://tn85.blogsome.com/2005/07/01/profesor-ken-soetanto-arek-suroboyo-peraih-empat-doktor-di-jepang/"&gt;com/2005/&lt;wbr title="http://tn85.blogsome.com/2005/07/01/profesor-ken-soetanto-arek-suroboyo-peraih-empat-doktor-di-jepang/"&gt;07/01/profesor-&lt;wbr title="http://tn85.blogsome.com/2005/07/01/profesor-ken-soetanto-arek-suroboyo-peraih-empat-doktor-di-jepang/"&gt;ken-soetanto-&lt;wbr title="http://tn85.blogsome.com/2005/07/01/profesor-ken-soetanto-arek-suroboyo-peraih-empat-doktor-di-jepang/"&gt;arek-suroboyo-&lt;wbr title="http://tn85.blogsome.com/2005/07/01/profesor-ken-soetanto-arek-suroboyo-peraih-empat-doktor-di-jepang/"&gt;peraih-empat-&lt;wbr title="http://tn85.blogsome.com/2005/07/01/profesor-ken-soetanto-arek-suroboyo-peraih-empat-doktor-di-jepang/"&gt;doktor-di-&lt;wbr title="http://tn85.blogsome.com/2005/07/01/profesor-ken-soetanto-arek-suroboyo-peraih-empat-doktor-di-jepang/"&gt;jepang/&lt;/a&gt;)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pikiran  saya tergelitik ingin tanya ke beliau ...&lt;br /&gt;berikut jawaban dari Ken Soetanto  yg di wakili oleh sekertarisnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dear Handadi,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persilahkan saya  Kenny Chen seketaris membalas surat anda. Terima kasih atas perhatiannya pada  articlenya Prof. Soetanto. Kami hanya orang biasa dan bekerja keras demi  memenui impian kami. Dan kami merasa lucky juga. Persilahkan kami menanyakkan  melalui milis mana anda melihat article kami?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prof. Soetanto selalu  mengajarkan kita lumayan banyak juga, tetapi yg kami merasa beliau selalu  bekerja keras sekali dan boleh dapat dikatakan tidak pernah berputus asa.  Beliau selalu berterima kasih atas segala-galanya, termasuk kegagalan atau  kesuksesan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyak anda ttg kunci rahasia sebenarnya adalah biasa saja  dan susah menjawabnya. Tetapi persilahkan apa yg saya rasa selama bekerja dgn  Prof. Soetanto.&lt;br /&gt;1. Untuk ilmu&lt;br /&gt;Hanya mempunyai Goal dan berusaha benar2  dan tekun demi mencapaikan Goalsnya tsb.&lt;br /&gt;2. Keluarga&lt;br /&gt;Berterima kasih  atas adanya keluarga. Pengertian dan berani mengalah.&lt;br /&gt;3. Mendidik  anak&lt;br /&gt;Menenukan bakatnya si anak serta memberi/membuat kesempatan demi grow.  Self esteem adalah sangat penting sekali. Penghormatan pada orang tua juga  sangat penting juga. Teman dan pergaulan sangat penting juga. Jadikan anak  kita sebagai Lakonnya di study/career/hidupnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga ada  gunanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;with all the best,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenny Chen&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jadi pendapat  PapaRafi, Ibu Julia , Ibu Intan, Ibu Heni adalah benar....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;saya copy  paste lg dari Ibu Dr.drg. Julia Maria van Tiel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak saran dalam  pendidikan anak bahwa pendidikan/pengasuh&lt;wbr&gt;an itu perlu sesuai  dengan:&lt;br /&gt;- pola tumbuh kembangnya&lt;br /&gt;- kulturnya&lt;br /&gt;- logis dan  realis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan lupa (Mamakavin gak pernah lupa... he he) bahwa setiap anak  akan selalu membawa pengaruh dari nature-nya (genetik sebagai  blue printnya) dan nurture-nya (pola pengasuhan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kebetulan saya  pernah baca buku yang lumayan bagus menurut saya Judulnya Dunia Anak/  Memahami Perasaan Anak karangan Hisbullah (kl tidak salah agak lupa maaf...kl  perlu besok saya confirm lagi. Insya Allah besok, beliau pemikir dari  lebanon)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;beliau menyebutkan bahwa...faktor genetik masih bisa di kalahkan  oleh faktor lingkungan/kultur yg disebutkan Ibu doktor Julia. kecuali kl  kemudain dia tumbuh dan berkembang dengan apa adanya...tentu faktor genetik  akan lebih dominan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kemudian dalam buku tersebut juga betapa beliu  sangat tidak setuju dengan pola asuh yang di berikan ke  pengasuh (red-babysister)&lt;wbr&gt;...kecuali.&lt;wbr&gt;.amat..sangat.&lt;wbr&gt;..diperlukan.&lt;wbr&gt;..dan  tentu dipilih&lt;br /&gt;pengasuh yang baik....karena akan sangat berdampak pula  dalam proses tumbuh kembang anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kemudian di buku: (pernah saya  posting ke milis ini silakan kalo yang berminat di buka-buka lagi arsip milis  tercinta ini)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Einstein Never Used Flash Cards : How Our Children Really  Learn- And Why They Need to Play More and Memorize Less by Roberta  Michnick Golinkoff (Author), Kathy Hirsh-Pasek (Author), Diane Eyer  (Author)&lt;br /&gt;Hardcover: 272 pages ; Dimensions (in inches): 1.15 x 9.39 x  6.38&lt;br /&gt;Publisher: Rodale Press; (October 3, 2003)&lt;br /&gt;ISBN:  1579546951&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu pesan yang disampaikan dalam buku ini yang ditulis oleh  tiga peneliti di bidang psikologi perkembangan. Pesan tersebut didukung oleh  berbagai penelitian dalam bidang psikologi perkembangan anak selama 40  tahun belakangan. Tetapi meskipun bukti-bukti penelitian menyatakan  demikian, pesan tersebut tampaknya tidak sampai kepada kita, orang tua dan  pengasuh anak. Buku ini mengingatkan kita bahwa kita terjebak dalam asumsi  yang salah sehingga kita membuat anak-anak kita belajar (dalam konteks  akademis) lebih awal dan mengurangi waktu bermain mereka, sementara dalam  bermainlah anak-anak belajar banyak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai orang tua, kita tentu  selalu mengkhawatirkan kesejahteraan anak-anak kita. Salah satu yang kita  khawatirkan adalah apakah anak kita akan memiliki keunggulan untuk bersaing  di dunia yang semakin kompetitif. Akibatnya kita sangat mengedepankan  perkembangan otak anak: susu formula yang kita pilih adalah susu yang  mengandung semua zat yang membantu&lt;br /&gt;pertumbuhan otak bayi; kita membelikan  mainan yang merangsang intelejensia anak; musik Mozart dan Bach menjadi menu  bagi telinga mereka. Begitu anak-anak kita mulai bicara, sebagian dari kita  berlomba-lomba memasukkan anak-anak kita ke kelompok bermain dan taman  kanak-kanak yang menawarkan pelajaran musik, program dwi-bahasa, mental  aritmatika dan berbagai aktivitas lain. Kita merasa bahwa belajar secara  mandiri sebagaimana yang telah dilakukan selama ribuan tahun tidak lagi  cukup. Kekhawatiran kita menyebabkan anak-anak kita menjadi "anak-anak yang  dibuat tergesa-gesa,&lt;wbr&gt;" dan mereka pun kehilangan masa kecil  ...dst....(selanjut&lt;wbr&gt;nya =&gt; pernah saya posting ke milis ini silakan  kalo yang berminat di buka-buka lagi arsip milis tercinta ini).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mohon  maaf jika ada yg tidak berkenan....&lt;br /&gt;semata-mata sekedar share  saja&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;semoga bisa menjadi inpirasi buat kita agar anak-anak kita kelak  tumbuh dan berkembang sesuai dengan keinginan orang tua  masing2.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;salam,&lt;br /&gt;-ayahghozanwongcili&lt;wbr&gt;kbiasayangselalu&lt;wbr&gt;berusahamenjadio&lt;wbr&gt;rangtuayangbijak&lt;wbr&gt;-&lt;br /&gt;"Kesempurnaan  Manusia Sejati Bukan Dari Apa Yang Dimilikinya, Tapi  Bagaimana Dia.!!!"&lt;br /&gt;=========&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;sumber: milis Sehat, digest #7542&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4490031548544342460-7733508228431782098?l=seputar-sehat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://seputar-sehat.blogspot.com/feeds/7733508228431782098/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4490031548544342460&amp;postID=7733508228431782098' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4490031548544342460/posts/default/7733508228431782098'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4490031548544342460/posts/default/7733508228431782098'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seputar-sehat.blogspot.com/2007/07/metode-glenn-doman.html' title='Metode Glenn Doman'/><author><name>saya Wiwin Pratiwanggini,</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_aLsXelqpk2o/TPpmuqtvNwI/AAAAAAAAAFk/1Gnnfw6IIhI/S220/foto-manager.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4490031548544342460.post-2941415964119125020</id><published>2007-07-12T00:18:00.000-07:00</published><updated>2007-07-12T00:27:01.372-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tempra'/><title type='text'>Beda Tempra Forte &amp; Tempra Syrup</title><content type='html'>Dear Rahmi&lt;br /&gt;hehehe ....&lt;br /&gt;ini kan pelajaran di pesat ya dan di file fever kan  ada ya dosis buat obat demam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. dosis parasetamol adalah 10-15 mg/kg  BB&lt;br /&gt;Kalau anakmu beratnya 16kg, maka kebutuhannya akan parasetamol adalah 16 x  10 = 160 mg&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Kalau kamu memilihnya tempra sirup maka setiap 5 ml tempra  mengandung 160 mg parasetamol&lt;br /&gt;Jadi, anakmu butuhnya ya memang 5 ml&lt;br /&gt;Ambil  batas bawah saja toh tujuan pemberian obat demam bukan untuk menormalkan  suhu&lt;br /&gt;Hanya untuk menurunkan 1-2 derajat saja&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apalagi kan parasetamol  memang aman dengan catatan jangan overdosis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. kata forte = double  strength ... kira2 gitu lah&lt;br /&gt;jadi kalau tempra forte ... setiap 5 ml  mengandung 250 mg&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;nah, memang sebaiknya kalian menghitung saja sendiri  dosis parasetamolnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kalau boleh urun rembug&lt;br /&gt;ya jangan dobel dosis  ya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;wati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;----------------&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="ygrp-content"&gt;loh kan di milis sering di share soal isinya dumin  hehehe&lt;br /&gt;hayooo email yang dibaca yang mana aja hayooo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ya jangan  dong&lt;br /&gt;kan di file demam juga dinyatakan bahwa tingginya demam bukan  berarti&lt;br /&gt;penyakitnya parah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kan jadi kebanyakan parasetamolnya  tuh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sebetulnya tak dianjurkan pemberian melalui anus karena kadarnya di  darah&lt;br /&gt;justru fluktuatif&lt;br /&gt;lebih baik paraseta,mol minum&lt;br /&gt;kecuali anaknya  muntah2&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kan belum 72 jam toh&lt;br /&gt;sebenrnya takut apa ya?&lt;br /&gt;kalau boleh  tahu ....&lt;br /&gt;pusing kenapa?&lt;br /&gt;jangan2 yang pusing justru anakmu kebanyakan  dikasih obat dan yang&lt;br /&gt;mestinya dia istirahat di rumah malah dibawa ke sana  sini buat "berobat"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;wati&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;sumber: milis Sehat, digest #7528 &amp;amp; #7529&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4490031548544342460-2941415964119125020?l=seputar-sehat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://seputar-sehat.blogspot.com/feeds/2941415964119125020/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4490031548544342460&amp;postID=2941415964119125020' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4490031548544342460/posts/default/2941415964119125020'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4490031548544342460/posts/default/2941415964119125020'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seputar-sehat.blogspot.com/2007/07/beda-tempra-forte-tempra-syrup.html' title='Beda Tempra Forte &amp; Tempra Syrup'/><author><name>saya Wiwin Pratiwanggini,</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_aLsXelqpk2o/TPpmuqtvNwI/AAAAAAAAAFk/1Gnnfw6IIhI/S220/foto-manager.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4490031548544342460.post-697334274613187711</id><published>2007-07-10T23:42:00.000-07:00</published><updated>2007-07-10T23:49:47.171-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pijat bayi'/><title type='text'>SENTUHAN YANG MENYEHATKAN</title><content type='html'>Sentuhan atau pijatan pada bayi dapat  merangsang produksi ASI, meningkatkan nafsu makan dan berat badannya.  Tindakan ini juga akan mempererat tali kasih orang tua dan anak, serta  menjadi dasar positif bagi pertumbuhan emosi dan fisik bayi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sentuhan  alamiah pada bayi sesungguhnya sama artinya dengan tindakan mengurut atau  memijat. Kalau tindakan ini dilakukan secara teratur dan sesuai dengan tata  cara dan teknik pemijatan bayi, ia bisa menjadi terapi untuk mendapatkan  banyak manfaat buat si bayi yang Anda cintai. Untuk keperluan itu, tidak  perlu mengundang dukun pijat bayi sebab pemijatan bisa Anda lakukan  sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam bukunya Pedoman Pijat Bayi, dr. Utami Roesli, Sp.A.,  M.B.A. menyebutkan, terapi sentuhan (pijat) bisa memberikan efek positif  secara fisik, antara lain kenaikan berat badan bayi dan peningkatan  produksi air susu ibu (ASI).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal itu sudah dibuktikan oleh penelitian  T. Field &amp; Scafidi dari Universitas Miami, AS, yang menunjukkan bahwa 20  bayi prematur mengalami kenaikan berat badan 20 - 47% per hari setelah  dipijat 3 x 15 menit selama 10 hari. Bayi cukup bulan usia 1 - 3 bulan yang  dipijat 15 menit dua kali seminggu selama enam minggu mengalami kenaikan  berat badan lebih tinggi dari kelompok bayi yang tidak dipijat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bayi  yang dipijat mengalami peningkatan tonus nervus vagus-nya (saraf otak ke-10).  Ini membuat kadar enzim penyerapan gastrin dan insulin naik sehingga  penyerapan terhadap sari makanan pun menjadi lebih baik. Penyerapan makanan  yang lebih baik akan menyebabkan si kecil cepat lapar dan karena itu lebih  sering menyusu. Akibatnya, produksi ASI akan lebih banyak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 0);"&gt;Merasa aman  dan tenang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rene Spitz, dokter anak dan psikiater dari Amerika,  melaporkan, bayi yang banyak memperoleh sentuhan, khususnya dari ibu, jarang  mengalami simptom hospitalismus (gangguan yang sering dialami bayi yang  tinggal di panti asuhan, seperti radang telinga tengah, campak, gangguan  usus, dll.).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengamatan T. Field seperti dikutip dr. J. David Hull,  ahli virologi mulekuler dari Inggris, dalam makalah berjudul Touch Therapy:  Science Confirms Instinct, menyebutkan terapi pijat 30 menit per hari  bisa mengurangi depresi dan kecemasan. Tidurnya pun bertambah  tenang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terapi pijat 15 menit selama enam minggu pada bayi usia 1 - 3  bulan juga meningkatkan kesiagaan (alertness) dan tangisnya berkurang. Ini  akan diikuti dengan peningkatan berat badan, perbaikan kondisi  psikis, berkurangnya kadar hormon stres, dan bertambahnya kadar  serotonin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meningkatnya aktivitas neurotransmitter serotonin ini akan  meningkatkan kapasitas sel reseptor yang mengikat glucocorticoid (adrenalin).  Proses ini menyebabkan terjadinya penurunan kadar hormon adrenalin  (hormon stres), dan selanjutnya akan meningkatkan daya tahan  tubuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih dari itu, seperti disebutkan dalam buku Pedoman Pijat  Bayi, sentuhan, belaian, dan pijatan akan mempererat ikatan kasih sayang  orang tua dengan anak. Terhadap perkembangan emosi anak, sentuhan orang  tua merupakan dasar perkembangan komunikasi, yang akan memupuk cinta  kasih timbal-balik, dan menjadi penentu bagi anak untuk menjadi anak  yang berbudi pekerti dan percaya diri. Lagi pula ia akan merasa aman  karena merasa yakin memiliki kasih sayang dan perlindungan dari orang  tua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk kasus tertentu, pijat bayi juga dapat memberikan manfaat  tambahan. Bagi pasangan yang masih remaja (teenage parents), pijat  bayi mendongkrak rasa percaya diri dan rasa penerimaan atas  keadaannya menjadi orang tua, serta meningkatkan harga diri sebagai orang  tua. Bagi orang tua angkat, pijat bayi membantu menciptakan ikatan yang lebih  kuat dengan bayinya. Mereka akan lebih cepat mengenal dan merasakan  bahwa mereka saling terikat dalam satu keluarga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mengurangi  kolik - yang biasanya ditandai dengan tangis melengking - orang tua  dianjurkan memijat bayinya ketika kolik berlangsung, dan setiap kali sebelum  bayi tidur. Dengan memijat, interaksi bayi dengan orang tua lebih positif,  dan bayi menjadi lebih tenang, serta waktu tidur dan bangunnya lebih  teratur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pijatan juga terbukti dapat melegakan saluran napas yang  menyempit karena asma, mampu mengurangi perasaan gelisah dan depresi  sehingga serangan asma berkurang. Bahkan pemijatan pada bayi dari ibu  HIV-positif dapat lebih menaikkan berat badan dan meningkatkan perkembangan  motorik bayi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 0);"&gt;Setiap pijatan berkhasiat &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap gerakan yang  berkaitan dengan kegiatan mengurut atau memijat memiliki khasiat. Gerakan  usapan misalnya, dapat menenangkan anak, sehingga bermanfaat bagi anak yang  berpembawaan gugup. Pada anak yang lesu dan malas bergerak, Barbara Ahr, ahli  fosioterapi, menganjurkan agar usapan dilakukan sedikit lebih bertenaga dan  diarahkan ke jantung. Usapan juga dapat merangsang aliran darah dan getah  bening. Anda bisa mengusap-usap bagian punggung, tungkai, atau lengan si  kecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengurut bayi bisa juga dengan gerakan remasan. Remasan, menurut  Ahr, berkhasiat pada jaringan penentu kemelaran otot yang terletak  pada gelendong jaringan otot. Dengan kata lain, remasan dapat membuat  otot bayi menjadi lebih kuat, sekaligus akan lebih melancarkan  peredaran darah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;Teknik&lt;/span&gt; &lt;span style="font-style: italic; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;remasan&lt;/span&gt; dilakukan dengan cara bagian tungkai  atau lengan dipadatkan atau dimelarkan menggunakan sisi tangan bagian dalam  dan sedikit gerakan memeras; mirip gerakan membuat adonan roti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;Teknik  kocokan&lt;/span&gt; dilakukan dengan cara "menggulung"&lt;div class="ygrp-content"&gt;&lt;wbr&gt;. Tangan diletakkan sejajar  dengan anggota badan, sambil mengurut seperti menggulung sosis&lt;br /&gt;atau mengaduk  adonan. Teknik ini bermanfaat untuk mengendorkan jaringan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara lain,  dengan &lt;span style="font-style: italic; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;teknik lingkar&lt;/span&gt;. Mula-mula dilakukan usapan, kemudian membuat bentuk  lingkaran-lingkaran dengan kedua tangan. Dari lingkaran besar kemudian  mengecil. Dengan latihan, lingkaran yang terbentuk akan makin  bulat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teknik urut lingkar, menurut Ahr, memberikan stimulasi pada  permukaan jaringan, bahkan ke bagian jaringan lebih dalam. Hasilnya, aliran  darah meningkat dan pembuluh darah lebih lebar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua teknik urut  (usapan, remasan, kocokan, dan gerakan lingkar) bisa saling melengkapi. Bila  dikerjakan secara lengkap, hasilnya akan lebih baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemijatan bisa  dilakukan oleh ayah, ibu, nenek, atau anggota keluarga lain. Penelitian di  Australia membuktikan, bayi yang dipijat ayahnya berat badannya cenderung  naik dan hubungan dengan ayah makin baik. Bahkan bayi yang dipijat sejak usia  empat minggu, ketika mencapai usia 12 minggu, akan lebih  responsif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 0);"&gt;Kapan boleh mulai dipijat?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam buku Pedoman Pijat  Bayi, dr. Utami Roesli menyebutkan bahwa pijat bayi dapat dilakukan segera  setelah bayi lahir. Jadi, dapat dimulai kapan saja sesuai keinginan. Bayi  akan mendapat keuntungan lebih besar bila pemijatan dilakukan tiap hari sejak  lahir sampai usia enam atau tujuh bulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemijatan dapat dilakukan  pagi hari sebelum mandi. Bisa juga malam hari sebelum bayi tidur sehingga  bayi dapat tidur lebih nyenyak. Tindakan pijat dikurangi seiring dengan  bertambahnya usia bayi. Sejak usia enam bulan, pijat dua hari sekali sudah  memadai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum memijat, pastikan tangan Anda bersih dan hangat. Periksa  kuku dan perhiasan untuk menghindari goresan pada kulit bayi. Bayi  sudah makan atau benar-benar tidak sedang lapar. Tapi jangan memijat  segera setelah bayi selesai makan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang juga penting diperhatikan,  jangan membangunkan bayi hanya untuk dipijat. Jangan memijat bayi yang sedang  tidak sehat, atau tak mau dipijat. Tidak boleh memaksakan posisi pijat  tertentu pada bayi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum pemijatan hendaknya disiapkan lebih dulu  handuk, popok, baju ganti, dan baby oil atau baby lotion. Bayi dibaringkan di  atas permukaan kain yang rata, lembut, dan bersih. Pilih ruangan yang nyaman,  hangat, dan tidak pengap untuk kegiatan ini. Lakukan secara menggembirakan  bagi Anda maupun si bayi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum memijat, perlu dilakukan gerakan  pembuka berupa sentuhan ringan di sepanjang sisi wajah bayi dan mengusap-usap  rambut kepala, sambil diajak berbicara. Sebelum dan selama pemijatan, kulit  bayi perlu sesering mungkin dilumuri baby oil atau baby  lotion.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Awalnya dilakukan sentuhan ringan dan lembut. Kemudian secara  bertahap ditambahkan tekanan pada sentuhan itu, terutama bila bayi sudah  mulai menerima pijatan itu. Bila bayi menangis, tenangkan dulu  sebelum pemijatan dilanjutkan. Kalau tangisnya makin keras, pemijatan  sebaiknya dihentikan. Mungkin bayi minta digendong, disusui, atau  mengantuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama pemijatan, pandanglah mata bayi dengan penuh kasih  sayang. Lewat kontak pandang, Anda bisa belajar mengenali reaksi anak dan  bisa mengamati penerimaan kegiatan memijat ini oleh anak. Anda pun  dapat sekaligus menetapkan takaran pijatan yang pas untuk bayi Anda.  Untuk menciptakan suasana tenang, ada baiknya sambil bersenandung atau  memutar lagu lembut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak ada ketentuan baku tentang lamanya  pemijatan. Namun berdasarkan pengalaman, untuk seluruh tahap pemijatan secara  lengkap perlu disediakan waktu khusus minimal 15 menit. Setelah selesai, dr.  Utami Roesli menyarankan, bayi perlu dimandikan agar merasa segar dan  bersih dari lumuran baby oil. Hindarkan mata bayi dari percikan minyak  atau baby oil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kegiatan mengurut bayi tidaklah menuntut keterampilan  khusus. Pada awalnya mungkin kurang sempurna, namun kalau makin sering  dilakukan, akan ditemukan pijatan dengan intensitas yang pas untuk bayi  Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat mencoba. (dr. Audrey Luize/Rye)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;sumber: milis Sehat digest #7524&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4490031548544342460-697334274613187711?l=seputar-sehat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://seputar-sehat.blogspot.com/feeds/697334274613187711/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4490031548544342460&amp;postID=697334274613187711' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4490031548544342460/posts/default/697334274613187711'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4490031548544342460/posts/default/697334274613187711'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seputar-sehat.blogspot.com/2007/07/sentuhan-yang-menyehatkan.html' title='SENTUHAN YANG MENYEHATKAN'/><author><name>saya Wiwin Pratiwanggini,</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_aLsXelqpk2o/TPpmuqtvNwI/AAAAAAAAAFk/1Gnnfw6IIhI/S220/foto-manager.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4490031548544342460.post-665042274888503991</id><published>2007-07-10T23:33:00.000-07:00</published><updated>2007-07-10T23:42:42.443-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kejang demam'/><title type='text'>TETAPLAH TENANG JIKA ANAK KEJANG DEMAM</title><content type='html'>Kejang demam banyak dialami anak  balita yang memiliki sifat bawaan mudah mendapatkan gangguan kesehatan  tersebut. Tidak seperti epilepsi, pencetus kejang demam pada umumnya demam  tinggi. Bila kejang demam terjadi, tenanglah. Namun bila serangan itu  berlanjut lebih dari lima menit, segeralah mencari bantuan  dokter.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orangtua mana pun biasanya panik bila tiba-tiba anak balitanya  mengalami stuip atau kejang demam. Pada umumnya, mereka segera mencari sendok  makan yang dibalut saputangan bersih, lalu gagang sendok diselipkan diantara  gigi atas dan bawah. Tujuannya agar jalan napas tetap terbuka dan lidah si  anak tidak tergigit sewaktu kejang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Upaya lain, menurunkan suhu badan  dengan cara membalurkan cairan alkohol ke bagian dada, tengkuk, dan dahi si  anak. Sedangkan secara tradisional dengan mengusapkan tumbukan bawang merah  dicampur jeruk nipis dan sedikit minyak kayu putih pada dada serta perut si  anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 0);"&gt;Apakah semua tindakan ini memang berkhasiat?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut dr. Dwi  P. Widodo, neurolog anak RSUPN Cipto Mangunkusumo Jakarta, dalam seminar  "Kejang Demam pada Anak" beberapa waktu lalu, tindakan awal yang mesti  dilakukan adalah menempatkan anak pada posisi miring. Tidak perlu memasukkan  apa pun di antara gigi. Dr. M.V. Ghazali, dokter spesialis anak RS Pondok  Indah Jakarta, dalam seminar yang sama menambahkan, anak yang sedang demam  tinggi jangan diselimuti dengan selimut tebal, karena malah akan menambah  demamnya akibat pembebasan panas dari dalam tubuh terhambat. Selain itu,  pakaian yang kencang hendaknya dilepaskan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengoleskan alkohol juga bisa  menurunkan demam, tetapi kurang dianjurkan karena dikhawatirkan bisa mengenai  mata. Bagi yang tidak tahan pada baunya, anak cukup dikompres air hangat  suam-suam kuku dengan harapan saat air hangat menguap, panas dari tubuh si  anak ikut terangkat. "Sikap kita harus tetap tenang," tambah dr. Dwi. "Namun  bila kejang tidak berhenti setelah lima menit, sebaiknya anak segera dibawa  ke fasilitas kesehatan terdekat".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 0);"&gt;Sederhana dan kompleks&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jumlah  penderita kejang demam diperkirakan mencapai 2 - 4% dari jumlah penduduk di  AS, Amerika Selatan, dan Eropa Barat. Namun di Asia dilaporkan penderitanya  lebih tinggi. Sekitar 20% di antara jumlah penderita mengalami kejang demam  kompleks yang harus ditangani secara lebih teliti. Bila dilihat jenis kelamin  penderita, kejang demam sedikit lebih banyak menyerang  anak laki-laki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penderita pada umumnya mempunyai riwayat keluarga  (orangtua atau saudara kandung) penderita kejang demam. Perkembangan anak  yang sering mengalami stuip sering agak terlambat, mempunyai masalah pada  masa neonatus (saat baru lahir), serta kadar natrium serum darah  rendah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Faktor risiko utama yang umum menimpa anak balita usia 3 bulan -  5 tahun ini adalah demam tinggi (di atas 38 oC). Bisa diakibatkan oleh  misalnya infeksi tenggorokan atau infeksi lain seperti radang telinga,  campak, cacar air, dll. Yang paling mengkhwatirkan kalau demam tinggi  tersebut merupakan gejala peradangan otak, seperti meningitis atau  ensefalitis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam keadaan demam, kenaikan suhu tubuh sebesar 1 oC pun  bisa menyebabkan kenaikan metabolisme basal (jumlah minimal energi yang  dibutuhkan untuk mempertahankan fungsi vital tubuh - Red.) sebanyak 10 - 15%,  sementara kebutuhan oksigen pada otak naik sebesar 20%.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada anak  balita, aliran darah ke otak mencapai 65% dari aliran seluruh tubuh (pada  orang dewasa hanya 15%). Sebab itu kenaikan suhu tubuh lebih mudah  menimbulkan gangguan pada metabolisme otak. Sehingga akan  mengganggu keseimbangan sel otak yang menimbulkan terjadinya pelepasan muatan  listrik yang menyebar ke seluruh jaringan otak. Akibatnya terjadi kekakuan  otot yang menyebabkan kejang tadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wujud kejang dapat pula berupa mata  berbalik ke atas disertai kekakuan atau kelemahan. Atau, terjadi gerakan  sentakan berulang tanpa didahului kekakuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Serangan pada umumnya timbul  pada awal kenaikan suhu tubuh dan berlangsung kurang dari 10 menit. Kejang  seluruh tubuh ini akan berhenti dengan sendirinya setelah mendapat  pertolongan pertama. Setelah itu anak tampak capek, mengantuk, dan tidur  pulas. Begitu terbangun kesadaran sudah pulih kembali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dr. Dwi  menguraikan bahwa kejang demam dibedakan atas dua macam. Pertama, kejang  demam sederhana, yang berlangsung kurang dari 15 menit dan sama sekali tidak  menimbulkan kerusakan otak ataupun membahayakan jiwa si anak. Yang kedua,  demam kompleks, yang berlangsung lebih dari 15 menit dan bisa terjadi lebih  dari satu kali dalam 24 jam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada umumnya pada kejang demam kompleks, si  anak mempunyai kelainan neurologi atau riwayat kejang dalam keluarganya.  Karena serangannya lebih lama, maka harus segera ditanggulangi. Bila tidak,  adakalanya bisa mengakibatkan kerusakan otak. Kejang yang berlangsung lama  dan terus menerus bisa mengganggu peredaran darah ke otak, kekurangan  oksigen, kekurangan keseimbangan air dan elektrolit yang dapat mengakibatkan pembengkakan otak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 0);"&gt;Bukan epilepsi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indikasi perawatan di rumah  sakit pada anak dengan kejang demam tergantung keadaan klinis dan  keluarganya. Pada serangan kompleks, sebaiknya memang anak diobservasi di  ruang gawat darurat selama beberapa jam untuk dievaluasi. Pada umumnya  kondisi akan pulih setelah penyebab demam diketahui dan  diobati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Namun, kalau keadaaan tidak stabil, misalnya ada kecurigaan  penyebab lebih serius, sebaiknya dirawat," pesan dr. Dwi. "Sekitar 16% anak  akan mengalami rekurensi dalam 24 jam pertama walaupun adakalanya belum bisa  dipastikan apakah anak akan mengalami kejang kembali".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mencegah  serangan pada seorang anak dengan bawaan kejang demam, begitu anak mengalami  demam yang terpenting secepat mungkin usahakan turunkan suhu badannya, dengan  cara memberi obat penurun panas atau kompres. Selain itu perbanyak minum air  putih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dokter pada umumnya juga akan memberikan resep obat pencegah  kejang pada anak dengan bawaan demikian. Sehingga begitu si anak mengalami  demam, obat bisa segera diberikan. Obat seperti diazepam dan phenobarbital  dapat digunakan untuk mencegah serangan ulang, meskipun bukan jaminan  penuh. Sebab, seperti diakui dr. Dwi, sampai saat ini, belum ada pengobatan  yang aman dan efektif. Dengan alasan itu pula obat hanya diberikan selama  demam, tidak boleh berlebihan. Pemberian berlebihan dikhawatirkan bisa  menimbulkan efek samping. Kalau pemberian obat tidak mempan, hendaknya segera  diteliti apakah ada penyebab lain yang lebih serius.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu,  anak terus dimonitor suhu badannya, karena dalam 16 jam pertama kemungkinan  serangan ulang masih besar. Apalagi, kadangkala suhu yang tidak terlalu  tinggi pun bisa memicu kejang demam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mengetahui suhu badan, dr.  Ghazali menganjurkan penggunaan termometer air raksa saja, karena kerjanya  paling sederhana dan akurat. Caranya dengan memasukkan sebagian ke mulut,  dijepitkan di ketiak, atau dimasukkan anus, selama lima menit. Sebelumnya,  air raksa dalam termometer harus diturunkan sampai di bawah suhu normal  dengan cara mengapitkan selama beberapa kali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu, apa beda kejang demam  dengan kejang epilepsi? Pada epilepsi, tidak disertai demam. Epilepsi  merupakan faktor bawaan yang disebabkan karena gangguan keseimbangan kimiawi  sel-sel otak yang mencetuskan muatan listrik berlebihan di otak secara  tiba-tiba. Penderita epilepsi adalah seseorang yang mempunyai bawaan ambang  rangsang rendah terhadap cetusan tersebut. Cetusan bisa di beberapa bagian  otak dan gejalanya beraneka ragam. Serangan epilepsi sering terjadi pada saat  ia mengalami stres, jiwanya tertekan, sangat capai, atau adakalanya karena  terkena sinar lampu yang tajam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang, menurut survai ada sekitar 15%  kasus epilepsi yang didahului dengan gejala kejang demam. Namun, kurang dari  5% anak kejang demam berkembang menjadi epilepsi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang penting, para  orangtua disarankan tetap waspada terhadap kemungkinan serangan kejang demam.  Kalau serangan datang, orang tua hendaknya tetap tenang. Sebab emosi atau  kebingungan tidak akan menyelesaikan masalah dengan cepat! (Nanny  Selamihardja)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber: &lt;a href="http://www.tabloid-nakita.com"&gt;nakita&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4490031548544342460-665042274888503991?l=seputar-sehat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://seputar-sehat.blogspot.com/feeds/665042274888503991/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4490031548544342460&amp;postID=665042274888503991' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4490031548544342460/posts/default/665042274888503991'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4490031548544342460/posts/default/665042274888503991'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seputar-sehat.blogspot.com/2007/07/tetaplah-tenang-jika-anak-kejang-demam.html' title='TETAPLAH TENANG JIKA ANAK KEJANG DEMAM'/><author><name>saya Wiwin Pratiwanggini,</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_aLsXelqpk2o/TPpmuqtvNwI/AAAAAAAAAFk/1Gnnfw6IIhI/S220/foto-manager.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4490031548544342460.post-3561943623215572198</id><published>2007-07-10T23:18:00.000-07:00</published><updated>2007-07-10T23:33:38.621-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kejang demam'/><title type='text'>Kejang Demam</title><content type='html'>&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="ygrp-content"&gt;Tentang kejang demam, bisa dilihat disini:&lt;br /&gt;&lt;a title="http://www.pediatrik.com/isi03.php?page=html&amp;hkategori=ePDT&amp;amp;direktori=pdt&amp;html=061214-nkpy203.htm" href="http://www.pediatrik.com/isi03.php?page=html&amp;amp;amp;hkategori=ePDT&amp;direktori=pdt&amp;amp;html=061214-nkpy203.htm"&gt;http://www.pediatri&lt;wbr title="http://www.pediatrik.com/isi03.php?page=html&amp;hkategori=ePDT&amp;amp;direktori=pdt&amp;html=061214-nkpy203.htm"&gt;k.com/isi03.&lt;wbr title="http://www.pediatrik.com/isi03.php?page=html&amp;amp;amp;hkategori=ePDT&amp;direktori=pdt&amp;amp;html=061214-nkpy203.htm"&gt;php?page=&lt;wbr title="http://www.pediatrik.com/isi03.php?page=html&amp;hkategori=ePDT&amp;amp;amp;direktori=pdt&amp;html=061214-nkpy203.htm"&gt;html&amp;amp;hkategori=&lt;wbr title="http://www.pediatrik.com/isi03.php?page=html&amp;hkategori=ePDT&amp;amp;amp;direktori=pdt&amp;html=061214-nkpy203.htm"&gt;ePDT&amp;amp;direktori=&lt;wbr title="http://www.pediatrik.com/isi03.php?page=html&amp;hkategori=ePDT&amp;amp;amp;direktori=pdt&amp;html=061214-nkpy203.htm"&gt;pdt&amp;amp;html=&lt;wbr title="http://www.pediatrik.com/isi03.php?page=html&amp;hkategori=ePDT&amp;amp;direktori=pdt&amp;html=061214-nkpy203.htm"&gt;061214-nkpy203.&lt;wbr title="http://www.pediatrik.com/isi03.php?page=html&amp;amp;amp;hkategori=ePDT&amp;direktori=pdt&amp;amp;html=061214-nkpy203.htm"&gt;htm&lt;/a&gt;&lt;a href="http://www.pediatrik.com/isi03.php?page=html&amp;hkategori=ePDT&amp;amp;amp;direktori=pdt&amp;amp;html=061214-nkpy203.htm"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Untuk guideline-nya bisa dibaca disini: &lt;a href="http://www.sehatgroup.web.id/"&gt;http://www.sehatgroup.web.id/&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4490031548544342460-3561943623215572198?l=seputar-sehat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://seputar-sehat.blogspot.com/feeds/3561943623215572198/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4490031548544342460&amp;postID=3561943623215572198' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4490031548544342460/posts/default/3561943623215572198'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4490031548544342460/posts/default/3561943623215572198'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seputar-sehat.blogspot.com/2007/07/kejang-demam.html' title='Kejang Demam'/><author><name>saya Wiwin Pratiwanggini,</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_aLsXelqpk2o/TPpmuqtvNwI/AAAAAAAAAFk/1Gnnfw6IIhI/S220/foto-manager.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4490031548544342460.post-1821253438816279445</id><published>2007-07-10T22:58:00.000-07:00</published><updated>2007-07-10T22:59:42.151-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='lupus'/><title type='text'>LUPUS</title><content type='html'>Bacaan tentang lupus bisa dilihat di sini:&lt;br /&gt;&lt;a title="http://www.lupus.org/" href="http://www.lupus.org/"&gt;http://www.lupus.&lt;wbr title="http://www.lupus.org/"&gt;org/&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a title="http://www.mayoclinic.com/health/lupus/DS00115" href="http://www.mayoclinic.com/health/lupus/DS00115"&gt;http://www.mayoclin&lt;wbr title="http://www.mayoclinic.com/health/lupus/DS00115"&gt;ic.com/health/&lt;wbr title="http://www.mayoclinic.com/health/lupus/DS00115"&gt;lupus/DS00115&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4490031548544342460-1821253438816279445?l=seputar-sehat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://seputar-sehat.blogspot.com/feeds/1821253438816279445/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4490031548544342460&amp;postID=1821253438816279445' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4490031548544342460/posts/default/1821253438816279445'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4490031548544342460/posts/default/1821253438816279445'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seputar-sehat.blogspot.com/2007/07/lupus.html' title='LUPUS'/><author><name>saya Wiwin Pratiwanggini,</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_aLsXelqpk2o/TPpmuqtvNwI/AAAAAAAAAFk/1Gnnfw6IIhI/S220/foto-manager.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4490031548544342460.post-1976310120422682245</id><published>2007-07-10T22:44:00.000-07:00</published><updated>2007-07-11T03:14:16.293-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='malpraktik'/><title type='text'>PERNYATAAN PB PAPDI TENTANG MALPRAKTIK MEDIS</title><content type='html'>Dalam menanggapi masalah malpraktik medis akhir-akhir ini, PB PAPDI  dengan ini menyatakan sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Bahwa sebagaimana  Ikatan Dokter Indonesia (IDI), PB PAPDI juga mengacu kepada pengertian  malpraktik medis sebagaimana yang dianut oleh the World Medical Association  (adopted by the 44th World Medical Assembly, Marbella,, Spain, September  1992), yaitu &lt;span style="font-style: italic;"&gt;"medical marpractice involves the physician's failure to conform  to the standard of care for treatment of the patient's condition, or lack of  skill, or negligence in providing care to the patient, &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;which is the direct  cause of an injury to the patient'&lt;/span&gt;, yang bila diterjemahkan secara bebas  berarti "malpraktik medis meliputi kegagalan dokter mematuhi standar  pelayanan medis, atau kekurang-cakapan, atau kelalaian dalam memberikan  pelayanan kepada pesien, yang merupakan penyebab langsung dari cedera pada  pasien".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Bahwa perlu dibedakan antara malpraktik  medis dengan "untoward results" yang merupakan salah satu bentuk Kejadian Tak  Diharapkan (adverse events) yang terjadi pada tindakan / pelayanan medis yang  bukan akibat kesalahan dokter, sebagaimana diingatkan oleh WMA, yaitu&lt;span style="font-style: italic;"&gt; "An  injury accurring in the course of medical treatment which could not be  foreseen and was not the result of the lack of skill or knowledge on the part  of the treating physician in untoward result, for which the physician should  not bear any liability"&lt;/span&gt; (suatu cedera yang terjadi dalam suatu tindakan  medis, yang tidak dapat dibayangkan / diperkirakan sebelumnya dan bukan  sebagai akibat dari kekurang-cakapan di pihak dokter adalah suatu kemalangan,  untuk mana dokter tidak bertanggung-jawab secara  hukum).&lt;br /&gt;&lt;div class="ygrp-content"&gt;&lt;br /&gt;3. Bahwa PB PAPDI sangat prihatin dengan  maraknya pemberitaan dugaan malpraktik medis akhir-akhir ini yang memberikan  kesan seolah-olah mutu pelayanan kedokteran di Indonesia sangat buruk,  sehingga dapat menimbulkan ketidakpercayaan masyarakat luas kepada pelayanan  kedokteran di Indonesia, yang pada akhirnya akan merugikan masyarakat  sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Bahwa PB PAPDI tidak menutup mata  kemungkinan adanya beberapa dokter yang melakukan malpraktik medis karena  berbagai sebab, namun PAPDI tetap percaya bahwa sebagian besar dokter adalah  para professional yang sangat menghormati etika kedokteran dan menjalankan  profesinya dengan kemurnian niat dan kesungguhan  kerja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Bahwa PB PAPDI bersama IDI telah dan sedang  melakukan berbagai upaya strategis guna mencegah timbulnya malpraktik medis  dan juga mencegah kerugian masyarakat dalam arti luas. Upaya-upaya sebagai  berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Bersama-sama dengan Asosiasi Institusi Pendidikan  Kedokteran Indonesia dan Ikatan Rumah Sakit Pendidikan Indonesia  mengembangkan dan mengawasi pelaksanaan pendidikan kedokteran yang sesuai  dengan standar, yang menjamin para lulusan dokter memiliki kompetensi yang  standard dan memadai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Bersama-sama dengan Asosiasi Institusi  Pendidikan Kedokteran Indonesia dan Ikatan Rumah Sakit Pendidikan Indonesia  mengadvokasi terselenggaranya pendidikan etik kedokteran yang dimulai lebih  dini, lebih bersifat pemberian prinsip penalaran dan latihan membuat  keputusan etis, hingga ke etika klinik dan bioetika  kedokteran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Bersama-sama dengan Dinas Kesehatan Propinsi dan  Kota / Kabupaten memantau dan menegakkan penerapan etika, standar profesi dan  standar pelayanan kedokteran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d. Bersama-sama dengan seluruh  komponen masyarakat melakukan pendidikan masyarakat tentang adanya resiko  yang dapat timbul pada tindakan medis dan operatif, dan kemungkinan adanya  cedera atau kematian yang terjadi sesudah tindakan medis atau kuratif  tersebut yang tidak dapat diduga sebelumnya atau tidak dapat  dicegah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;e. Bersama-sama dengan seluruh komponen masyarakt  melakukan pendidikan dan penyadaran masyarakat tentang perlunya dokter  memperoleh informed consent (persetujuan setelah penjelasan) dari pasien atau  walinya sebelum melakukan tindakan medis atau operatif, kecuali dalam keadaan  gawat-darurat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;f. Mengembangkan program advokasi publik guna  memperlihatkan betapa sulitnya menerapkan layanan kedokteran yang baik dengan  pembiayaan yang terbatas. Oleh karenanya, diperlukan adanya sistem pembiayaan  pelayanan kedokteran (asuransi kesehatan sosial) yang akan menjamin  pelayanan kesehatan masyarakat secara adil, merata dan terjangkau serta lebih  bermutu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;g. Menerapkan dan melaksanakan sepenuhnya Undang-Undang  No. 29 tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran beserta Peraturan Pelaksanaanya,  termasuk penegakan disiplin profesi kedokteran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;h.  Mengembangkan kebijakan dan program pelatihan remedial (re-schooling) bagi  para dokter yang dinyatakan memiliki kekurangan dalam pengetahuan ataupun  ketrampilan praktik kedokteran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Bahwa PB  PAPDI bersama IDI akan melakukan langkah-langkah dalam menghadapi  penyelesaian kasiuns-kasus dugaan malpraktik medis,  sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Mengadvokasi cara-cara penyelesaian kasus  dugaan malpraktik medis yang efektif dan efisien, melalui cara-cara mediasi  yang dapat diterima dan cara yang sesuai dengan peraturan perundang-undangan  yang berlaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Mengajak untuk menghindari pemberitaan yang  tidak berimbang dan tidak proporsional tentang dugaan malpraktik  medis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Mengajak untuk menghindari cara-cara pengajuan tuduhan  dan gugatan yang kasar dan tidak santun, baik yang dilakukan oleh kelompok  masyarakt tertentu, media massa atau pun ahli hukum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d.  Membantu memberikan perlindungan hukum bagi dokter yang pasiennya mengalami  cedera akibat untoward results (kemalangan) yang bukan  akibat malpraktik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;e. Telah dilaksanakan sosialisasi  medikolegal berupa "Road Show" oleh PB PAPDI kepada para dokter khususnya  anggota PAPDI, untuk tahun 2007 telah dilaksanakan di Surabaya, Medan,  Palembang, Bandung dan Semarang. Selanjutnya akan dilanjutkan Road Show ke  Yogyakarta dan Makassar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jakarta, 24 Juni  2007&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dewan Penasehat Hukum PB. PAPDI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4490031548544342460-1976310120422682245?l=seputar-sehat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://seputar-sehat.blogspot.com/feeds/1976310120422682245/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4490031548544342460&amp;postID=1976310120422682245' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4490031548544342460/posts/default/1976310120422682245'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4490031548544342460/posts/default/1976310120422682245'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seputar-sehat.blogspot.com/2007/07/pernyataan-pb-papdi-tentang-malpraktik.html' title='PERNYATAAN PB PAPDI TENTANG MALPRAKTIK MEDIS'/><author><name>saya Wiwin Pratiwanggini,</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_aLsXelqpk2o/TPpmuqtvNwI/AAAAAAAAAFk/1Gnnfw6IIhI/S220/foto-manager.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4490031548544342460.post-4232319596644677311</id><published>2007-07-10T22:31:00.000-07:00</published><updated>2007-07-10T22:40:37.863-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='amandel'/><title type='text'></title><content type='html'>&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;AMANDEL BISA MENURUNKAN KECERDASAN&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika amandel terlalu besar dan tak  dioperasi, akan mengganggu perkembangan anak. Selain menurunkan kecerdasan,  juga bisa timbul komplikasi tak ringan, bahkan menularkan penyakit pada orang  lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita sering mendengar tentang penyakit amandel, entah dari cerita  ibu-ibu, teman kerja, kerabat, atau yang lain. Katanya, jika anak sering  minum es, makan cokelat, dan sebagainya, nanti bisa kena penyakit amandel.  Kalau sudah begitu, biasanya anak jadi bodoh, tak mau makan, sering demam,  sering nyeri menelan. Katanya lagi, untuk sembuh harus  dioperasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanggapan orang tua pun beragam bila anaknya dicurigai kena  penyakit amandel. Ada yang tak peduli dan menganggap sepele, ada pula yang  langsung panik. Sebenarnya, apa, sih, penyakit amandel? Benarkah penyakit ini  bisa membuat anak jadi bodoh? Bagaimana pula penangannya? Nah, berikut  ini penjelasan ahlinya, dr. H. Djoko Srijono Sp.THT dari RSIA  Hermina Jatinegara Jakarta. Yuk, kita simak bersama!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 153, 0);"&gt;PENGENAL JENIS  KUMAN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amandel atau dalam istilah ilmu kedokteran disebut tonsil adalah  bagian dari organ tubuh yang berbentuk bulat lonjong menyerupai bakso,  melekat pada dinding kanan-kiri dari tenggorok. Jadi, di tenggorok ada dua  buah amandel. Jika si kecil diminta membuka mulutnya lebar-lebar, kita  bisa melihat amandel itu di tenggorok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya masih ada satu  amandel lagi yang disebut adenoid, terletak di rongga belakang hidung. Tentu  kita tak bisa melihatnya secara langsung karena letaknya yang  tersembunyi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap anak pasti punya amandel karena memang diperlukan  oleh tubuh. Pasalnya, amandel merupakan bagian dari sistem yang membentuk  kekebalan tubuh manusia (sistem imunitas). Pada bayi baru lahir, kekebalan  tubuhnya masih sangat lemah, karena kekebalan yang diwariskan ibunya amat  sedikit. Hingga, untuk pertahanan tubuhnya, bayi harus membentuk  kekebalannya sendiri yang disesuaikan dengan jenis-jenis penyakit yang ada di  lingkungan&lt;br /&gt;sekitarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biasanya sebagian besar penyakit yang akan  menyerang manusia ditularkan lewat udara pernafasan atau makanan. Nah, baik  udara pernafasan maupun makanan yang masuk ke tubuh manusia, keduanya pasti  lewat tenggorok dimana di sana terletak amandel. Di sinilah amandel berfungsi  sebagai radar atau sensor untuk mengenali jenis kuman yang masuk ke dalam  tubuh bersama udara atau makanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya tubuh akan membuat  kekebalan sesuai informasi yang diberikan oleh amandel, disebut  imuno-globulin. Mungkin Ibu dan Bapak pernah mendengar istilah IgA  (imuno-globulin A), IgG, IgM. Itulah sistem kekebalan yang dibentuk oleh  tubuh anak untuk menghadapi penyakit yang akan menyerangnya. Jadi, pada  saat kanak-kanak, amandel diperlukan untuk giat bekerja. Tak heran bila akan  terlihat amandelnya besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 153, 0);"&gt;KECERDASAN MENURUN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang jadi masalah,  jika amandelnya terlalu besar (hipertropi) karena berarti sudah merupakan  penyakit. Sebab, amandel yang terlalu besar akan menghalangi makanan dan  udara yang lewat tenggorok. Padahal, makanan yang cukup diperlukan untuk  pertumbuhan badan anak dan organ tubuh; sedangkan otak juga perlu oksigen  yang cukup dari udara pernapasan untuk keperluan metabolisme.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amandel  yang menghalangi jalan makanan akan menunjukkan gejala sulit makan pada anak.  Jika dipaksakan, ia muntah. Tentunya, kalau anak sulit makan, pertumbuhan  tubuhnya akan terhambat. Hingga, bila dibandingkan dengan anak lain  seusianya, akan terlihat lebih kecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan amandel yang menghalangi  jalan napas, menunjukkan gejala mendengkur pada anak saat tidur. Bahkan yang  berat, anak tiba-tiba terbangun dan tergagap-gagap saat tidur lelap akibat  sulit bernafas. Hal ini terjadi karena saat tidur lelap, otot-otot tenggorok  menjadi sangat rileks hingga amandel yang sudah terlalu besar itu akan  menutup tenggorok secara total. Akibatnya, jalan napas pun  tertutup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, tertutupnya jalan napas ini selain menimbulkan gejala  tadi, juga menyebabkan anak kekurangan oksigen. Akibatnya, jaringan tubuh dan  otak tak bisa berfungsi maksimal. Itu sebab, anak yang amandelnya terlalu  besar akan terlihat lesu, lemas, kurang afktif, dan suka mengantuk. Daya  pikirnya pun akan terganggu lantaran otaknya tak bisa berfungsi maksimal,  hingga kecerdasannya bisa menurun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 153, 0);"&gt;SARANG INFEKSI&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain  amandel yang terlalu besar, amandel juga bisa menjadi sarang infeksi atau  dalam ilmu kedokteran disebut fokal infeksi. Bila dilihat dengan mikroskop,  pada amandel terdapat banyak kantong-kantong yang disebut kripte. Kripte ini  dilapisi oleh kulit yang tebal. Nah, penyakit yang terbawa udara atau makanan  dapat masuk dan bersarang di sana hingga menjadi sarang  infeksi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian, jika badan lemah- -mungkin akibat badan lelah,  makan es batu atau makanan lain yang merangsang-, sarang infeksi di amandel  akan menyebarkan bakteri ke sekitarnya, hingga terjadilah infeksi akut.  Anak menjadi demam, nyeri tenggorok, batuk, dan tak mau makan. Hal ini  akan selalu terjadi berulang walaupun telah berobat secara rajin ke  dokter. Mengapa? Karena memang sarang penyakitnya ada di  amandel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 153, 0);"&gt;OPERASI YANG TERBAIK&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk amandel yang membesar, sampai  sekarang belum ada obat yang mampu mengecilkannya. Begitu pula amandel yang  menjadi sarang infeksi, antibiotik juga tak dapat membasmi. Antibiotik, kan,  biasanya diminum, lalu beredar ke seluruh tubuh, baru kemudian sampai ke  amandel. Nah, di amandel, antibiotik tak dapat menembus kulit kripte yang  tebal hingga sarang infeksi di dalamnya tak dapat terbasmi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi,  dapat disimpulkan jalan terbaiknya adalah operasi. Sekali dioperasi amandel  tak akan tumbuh lagi. Dengan demikian, tak ada lagi hambatan terhadap jalan  napas dan makanan. Sarang infeksi pun terbasmi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biasanya operasi  dilakukan saat penyakitnya tenang. Jika masih dalam keadaan infeksi akut,  dokter akan mengobatinya dulu dengan antibiotik sampai penyakitnya  tenang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Operasi amandel sebenarnya sederhana saja. Anak akan dibius dan  amandelnya diambil dengan cara dikelupas (disseksi), tanpa dilakukan irisan  dengan pisau. Waktu yang diperlukan untuk operasi pun tak lama, kurang lebih  20-30 menit. Penyembuhan biasanya juga cepat, pada anak kurang lebih 3-7  hari, pada orang dewasa 7-14 hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 153, 0);"&gt;TAK MEMPENGARUHI  KEKEBALAN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kendati amandel amat diperlukan tubuh, namun tak akan  mempengaruhi kekebalan tubuh anak jika amandelnya dioperasi. Jadi, bukan  berarti setelah amandelnya dibuang, si kecil lantas tak punya kekebalan lagi,  lo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasalnya, kala bayi baru lahir (yang sistem kekebalannya masih  rendah), amandel bersama sistem tubuh yang lain aktif bekerja membentuk  kekebalan tubuh. Sedikit demi sedikit sampai akhirnya mencapai kadar normal  pada kira-kira usia 3 tahun, dan di usia kurang lebih 5 tahun kadarnya  telah berada di atas normal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena kadar kekebalannya telah cukup,  setelah usia 5 tahun fungsi amandel secara berangsur-angsur akan berkurang  dan akhirnya memang tak diperlukan lagi. Ini terbukti dari pengamatan  berlanjut, setelah anak usia 8 tahun, jika amandelnya tak bermasalah, maka  secara perlahan-lahan amandelnya akan mengecil. Hingga, di usia kurang lebih  17 tahun, sering amandel susah dilihat lagi karena saking kecilnya. Namun  bila amandelnya bermasalah, maka&lt;br /&gt;amandelnya tak akan menghilang walaupun  sampai dewasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penelitian yang dilakukan pada anak yang dioperasi amandel  di usia 5 tahun atau lebih juga menunjukkan, kadar kekebalan tubuhnya tak  pernah menurun sampai di bawah normal. Artinya, operasi amandel yang  dilakukan pada anak usia 5 tahun atau lebih adalah aman dan tak akan  mempengaruhi kekebalannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 153, 0);"&gt;BISA MENULAR&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, Bu-Pak, jika amandel  tak bermasalah, nantinya akan mengecil sendiri tanpa perlu dioperasi. Namun  bila bermasalah, seperti sudah diuraikan di atas, akan menghambat jalan napas  dan makanan karena amandelnya terlalu besar. Hingga, bila tak dioperasi, akan  lebih besar kerugiannya daripada manfaatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belum lagi jika timbul  komplikasi seperti abses pada amandel atau tenggorok (tonsil/peri tonsiler  abses), congek (otitis media), sinusitis, bronchitis, dan sebagainya. Bahkan  dapat menyerang organ penting tubuh lainnya yaitu jantung (penyakit jantung  rematik) maupun ginjal (glomerulo nephritis akuta).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu,  amandel dengan sarang infeksi dapat menularkan penyakit pada anak kepada  teman atau saudara dekatnya. Penyebaran terjadi lewat udara pernapasannya.  Jadi, bila penderita amandel dibiarkan tak diobati dengan benar, bukan tak  mungkin dapat menular ke anggota keluarga yang lain, seperti adik atau  kakaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan kata lain, jika amandel bermasalah dan dioperasi, akan  jauh lebih menguntungkan bagi perkembangan anak yang optimal. Juga anggota  keluarganya tentu karena tak akan tertular penyakit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 153, 0);"&gt;ADENOID MEMBUAT  TULI&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada adenoid, masalah yang kerap dijumpai juga ukurannya yang  berkembang terlalu besar hingga menyumbat jalan napas lewat hidung.  Akibatnya, anak jadi bernapas lewat mulut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila ini berlangsung lama,  terang dr. Djoko, akan mempengaruhi pertumbuhan wajah dan rahang atas.  "Langit-langit tumbuh lebih cekung ke atas, gigi rahang atas akan maju atau  mronggos, dan mulut selalu terbuka hingga wajah anak terkesan seperti anak  bodoh. Wajah demikian ini dinamai wajah adenoid."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, adenoid  yang membesar juga akan mendesak saluran eustacheus hingga menjadi tersumbat.  Akibatnya akan terbentuk cairan di ruang telinga tengah dan selanjutnya  menyebabkan tuli ringan. Maka jangan heran bila anak dipanggil atau diajak  bicara akan kurang memberikan respon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penanganannya juga harus melalui  operasi. Caranya, dikerok lewat mulut tanpa diiris dengan pisau. Operasinya  sering dilakukan bersama-sama dengan operasi amandel. (&lt;a href="http://www.tabloid-nakita.com/"&gt;nakita&lt;/a&gt;)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4490031548544342460-4232319596644677311?l=seputar-sehat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://seputar-sehat.blogspot.com/feeds/4232319596644677311/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4490031548544342460&amp;postID=4232319596644677311' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4490031548544342460/posts/default/4232319596644677311'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4490031548544342460/posts/default/4232319596644677311'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seputar-sehat.blogspot.com/2007/07/amandel-bisa-menurunkan-kecerdasan-jika.html' title=''/><author><name>saya Wiwin Pratiwanggini,</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_aLsXelqpk2o/TPpmuqtvNwI/AAAAAAAAAFk/1Gnnfw6IIhI/S220/foto-manager.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4490031548544342460.post-8743312324234412168</id><published>2007-07-10T22:28:00.000-07:00</published><updated>2007-07-10T22:29:45.946-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pijat bayi'/><title type='text'></title><content type='html'>&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;'Massage' menolong bayi tidur lebih nyenyak  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berita terbaru baik diketahui oleh orang tua yang masih memiliki bayi.  Para ahli menyebutkan bahwa dengan tindakan pemijatan atau 'massage' dapat  membantu bayi baru lahir tidur lebih nyenyak serta mengurangi kebiasaan bayi  menangis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Massage juga dapat memperkecil kadar stres pada bayi dan  membuat hubungan yang lebih dekat antara bayi dan orang tuanya, mereka  menyebutkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari penelitiannya mereka mengatakan bahwa bayi usia kurang  dari enam bulan yang rutin di massage ternyata juga dapat menurunkan kadar  hormon stres 'kortisol' dibandingkan bayi yang tidak pernah mendapatkan  pijatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu tim peneliti dari Warwick Medical School dan Institute of  Education dari University of Warwick, meneliti 9 macam gerakan massage yang  diterapkan kepada 598 bayi usia dibawah 6 bulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bayi menerima pijatan  dari orang tuanya, sebelumnya orang tua dilatih oleh tenaga kesehatan  profesional sehingga setelah bayi tersebut di massage , mereka mendapatkan  manfaat yang efektif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Temuan hasil penelitian tersebut salah satunya  disebutkan bahwa massage dapat mempengaruhi keluarnya hormon tidur melatonin,  dimana dengan hormon tersebut bayi dapat memiliki pola tidur yang  teratur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal lain lagi yang disebutkan adalah dengan tindakan massage  tersebut terjalin hubungan yang lebih baik antara bayi dan ibunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Angela  Underdown yang memimpin penelitian ini mengatakan, efek dari tindakan massage  ini adalah mengendalikan hormon stres, sehingga tidak mengejutkan bila terbukti  bayi yang diteliti, memiliki efek seperti mudah tertidur dan  relaksasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Idionline/Kalbe Farma)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;sumber: milis Sehat digest #7519&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4490031548544342460-8743312324234412168?l=seputar-sehat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://seputar-sehat.blogspot.com/feeds/8743312324234412168/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4490031548544342460&amp;postID=8743312324234412168' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4490031548544342460/posts/default/8743312324234412168'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4490031548544342460/posts/default/8743312324234412168'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seputar-sehat.blogspot.com/2007/07/massage-menolong-bayi-tidur-lebih.html' title=''/><author><name>saya Wiwin Pratiwanggini,</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_aLsXelqpk2o/TPpmuqtvNwI/AAAAAAAAAFk/1Gnnfw6IIhI/S220/foto-manager.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4490031548544342460.post-2921206681303004353</id><published>2007-07-10T22:17:00.000-07:00</published><updated>2007-07-10T22:31:00.549-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pijat bayi'/><title type='text'></title><content type='html'>&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Tata Cara Memijat Si Kecil&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mendapatkan manfaat yang optimal, pemijatan bayi tak bisa dilakukan secara sembarangan. Ada cara dan rambu-rambu yang mesti diperhatikan. Berikut adalah  cara atau pedoman pemijatan pada bayi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 153, 0);"&gt;* Pijatan di wajah untuk  melemaskan otot wajah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Tekan jari-jari pada kening bayi, pelipis, dan pipi.  Gunakan kedua ibu jari untuk memijit daerah di atas alis. Dengan tekanan lembut,  tarik garis dengan ibu jari dari hidung ke arah pipi bayi. Gunakan kedua ibu  jari untuk memijit sekitar mulut, tarik hingga bayi tersenyum. Pijat lembut  rahang bawah bayi dari tengah ke samping seolah membuat bayi tersenyum. Pijat  secara lembut daerah di belakang telinga ke arah dagu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 153, 0);"&gt;* Pijatan di dada  untuk memperkuat paru-paru dan jantung.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Letakkan kedua tangan di tengah dada  bayi dan gerakkan ke atas, kemudian ke sisi luar tubuh dan kembali ke ulu hati  tanpa mengangkat tangan seperti membentuk hati. Lalu, dari tengah dada bayi,  pijat menyilang dengan telapak tangan ke arah bahu seperti membentuk  kupu-kupu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 153, 0);"&gt;* Pijatan pada perut untuk meningkatkan sistem pencernaan dan  mengurangi sembelit.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Lakukan gerakan memijat di atas perut bayi seperti  mengayuh sepeda dari atas ke arah bawah perut. Kemudian, angkat kedua kaki bayi  dan tekan lututnya perlahan-lahan ke arah perut. Buatlah bulan separuh terbalik  dengan tangan kanan, mulai dari kiri ke kanan searah jarum jam. Saat tangan  kanan di atas, tangan kiri di bawah dan berputar mengikuti arah jarum jam  membentuk lingkaran penuh seperti matahari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 153, 0);"&gt;* Pijatan tangan dan kaki  untuk menghilangkan ketegangan dan memperkuat tulang.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Pegang lengan bayi  dengan kedua telapak tangan seperti memegang pemukul softball. Dengan gerakan  seperti memerah, pijat tangan bayi dari bahu ke pergelangan. Lakukan gerakan  sebaliknya, dari pergelangan ke arah pangkal lengan. Tarik lembut jari-jari bayi  dengan gerakan memutar. Dengan kedua ibu jari secara bergantian, pijat seluruh  permukaan telapak tangan dan punggung tangan bayi. Gunakan kedua telapak tangan  untuk membuat gerakan seperti menggulung. Untuk kaki, ikuti cara yang sama  seperti teknik memijat tangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 153, 0);"&gt;* Pijatan punggung untuk memperkuat otot  yang menyangga tulang belakang.&lt;/span&gt; Pijat dengan gerakan maju mundur menggunakan  kedua telapak tangan di sepanjang punggung bayi, luncurkan salah satu telapak  tangan dari leher sampai ke pantat bayi dengan sedikit tekanan. Buat gerakan  melingkar dengan jari-jari, terutama pada otot di sebelah tulang belakang. Buat  pijatan memanjang dengan telapak tangan dari leher ke kaki untuk mengakhiri  pijatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Idionline/RoL)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;sumber: milis Sehat digest #7519&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4490031548544342460-2921206681303004353?l=seputar-sehat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://seputar-sehat.blogspot.com/feeds/2921206681303004353/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4490031548544342460&amp;postID=2921206681303004353' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4490031548544342460/posts/default/2921206681303004353'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4490031548544342460/posts/default/2921206681303004353'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seputar-sehat.blogspot.com/2007/07/tata-cara-memijat-si-kecil-untuk.html' title=''/><author><name>saya Wiwin Pratiwanggini,</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_aLsXelqpk2o/TPpmuqtvNwI/AAAAAAAAAFk/1Gnnfw6IIhI/S220/foto-manager.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
